
F. Dalil Harahap/Batam Pos
batampos – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Perhubungan (Dishub) memastikan penambahan dan renovasi halte Trans Batam akan mulai dikerjakan pada awal 2026. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan penumpang sekaligus memperkuat layanan transportasi publik di Kota Batam.
Kepala Dishub Kota Batam Leo Putra mengatakan, hingga akhir 2025 Batam telah memiliki 104 halte resmi milik Dishub. Pada awal 2026, jumlah tersebut akan bertambah lima halte baru, sehingga total halte Trans Batam mencapai 109 unit.
“Penambahan halte ini sekaligus dibarengi dengan renovasi halte lama yang kondisinya sudah tidak layak,” ujar Leo kepada Batam Pos, Rabu (28/1/2026).
Selain pembangunan halte baru, Dishub juga melanjutkan program renovasi halte eksisting. Sepanjang 2025, tercatat sembilan halte telah direnovasi.
Tahun 2026, perbaikan kembali dilanjutkan, termasuk pembangunan halte baru di kawasan Pelabuhan Sagulung dengan konsep fasilitas yang lebih lengkap.
“Khusus di Sagulung, halte akan kita besarkan dan lengkapi. Nantinya ada toilet dan suplai air bersih untuk penumpang,” kata Leo.
Adapun lokasi lima halte baru yang akan dibangun pada 2026 tersebar di beberapa titik strategis. Di antaranya Batam Center tepatnya di Simpang Frangki dekat Kampus Politeknik, Batu Besar satu unit, Batu Aji tiga unit, serta Sagulung satu unit.
Untuk wilayah Batu Aji, tiga halte akan dibangun di Bundaran Bascamp arah Batam Center di depan SPBU Bascamp, Pasar Melayu dekat Hotel ABC, dan depan Kampus Universitas Putera Batam.
Sementara itu, Kepala UPTD Pelayanan Jasa Transportasi Dishub Kota Batam, Bambang Sucipto menjelaskan, proses pembangunan halte akan dimulai dari tahap perencanaan konsultan pada Februari 2026, dengan pekerjaan fisik diperkirakan berjalan pada Maret hingga April 2026.
“Anggaran satu halte sekitar Rp90 juta. Untuk lima halte totalnya sekitar Rp450 juta dan bersumber dari APBD 2026,” kata Bambang.
Selain pembangunan dan renovasi, Dishub juga akan menertibkan halte yang rusak akibat vandalisme. Pengecatan ulang dan perbaikan halte yang dicoret-coret akan mulai dilakukan pada Februari mendatang.
“Kalau vandalisme yang sudah parah dan mengganggu estetika, itu akan kami prioritaskan lebih dulu,” ujarnya.
Bambang menegaskan, perawatan halte menjadi agenda rutin Dishub setiap tahun. Fokus perbaikan diberikan pada halte yang mengalami kerusakan struktur, seperti atap bocor, fasilitas hilang, atau kondisi yang membahayakan penumpang.
“Renovasi tidak berhenti. Setiap tahun pasti ada perawatan, tergantung halte mana yang paling membutuhkan,” kata Bambang.(*)



