Jumat, 13 Februari 2026

Pemko dan BP Batam Kejar Distribusi Air ke Setiap Titik Bermasalah Jelang Imlek dan Ramadan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Mobil tangki menyalurkan air bersih ke tandon penampungan air bagi warga Tanjung Sengkuang, Batuampar, Minggu (1/2). F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Di tengah kemarau panjang dan debit waduk yang terus menyusut, Pemerintah Kota (Pemko) dan Badan Pengusahaan (BP) Batam masih mengandalkan langkah-langkah sementara untuk menjaga pasokan air bersih ke warga.

‎Saat ditanya apakah ada solusi lain selain menunggu hujan untuk mengatasi menipisnya debit air, Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Ex Oficio Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengakui untuk sementara pihaknya masih fokus pada langkah apritim, yakni pelebaran dan pembersihan saluran serta waduk guna memaksimalkan daya tampung air yang ada.

‎Selain itu, perbaikan distribusi menjadi perhatian utama. Tahun ini, terdapat sembilan kegiatan penanganan distribusi air yang dijalankan BP Batam dan Pemko

‎“Ada 18 stress area, tapi sekarang baru 9 yang teratasi. Masih ada 9 area yang kesulitan mengalir air bersih. Kami sama Bu Wakil mampu menganggarkannya segitu,” kata Amsakar kepada Batam Pos, Rabu (11/2).

‎Ia mengakui kondisi tersebut belum sepenuhnya ideal. Namun, Pemko Batam berkomitmen mencari solusi lanjutan dalam waktu dekat. “Tahun depan kami akan memperbaiki lagi,” ujarnya.

‎Untuk jangka pendek, Pemko bersama BP Batam menyiapkan distribusi air menggunakan armada truk tangki ke kawasan yang alirannya terganggu.

Skema ini telah dibahas dalam rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam.

‎“Kalau tidak salah di rapat terakhir ada 21 armada. Namun kebutuhannya 34 armada. Sekarang sudah (ada). Pokoknya kita sewakan semua walaupun armada air ini terbatas,” jelasnya.

‎Karena keterbatasan armada, pemerintah melakukan modifikasi dengan memasang tandon di atas truk tangki. Saat ini disebutkan sudah tersedia 34 armada yang digunakan untuk mengisi sekitar 100 tandon per hari di 18 titik stress area.

‎Langkah ini diambil agar kebutuhan air warga tetap terpenuhi, terutama menjelang bulan suci Ramadan dan perayaan Imlek.

‎“Saya minta kemarin agar memasuki bulan suci Ramadan dan Imlek jangan lagi ada gangguan kebutuhan air terhadap warga,” tegas Amsakar.

‎Meski begitu, ia menyadari distribusi tangki hanya solusi konvensional dan belum tentu sepenuhnya mampu menjawab kebutuhan yang terus meningkat.

‎“Misalnya kita antar tiga, namun mintanya empat. Nanti sudah kita penuhi empat, bisa jadi ke depan karena kebutuhan air makin tinggi mintanya lima,” ungkapnya.

‎Amsakar berharap langkah sementara ini setidaknya mampu menjaga kebutuhan dasar masyarakat sambil menunggu pembenahan jangka panjang yang lebih permanen. “Mudah-mudahan ibadah kita terlaksana dengan baik,” ujarnya.(*)

ReporterM. Sya’ban

Update