
batampos – Subdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Kepri memastikan ketersediaan bahan pangan di sejumlah pasar di Batam masih aman menjelang Idul Fitri. Tim Satgas Pangan turun langsung melakukan pengecekan ke pasar tradisional hingga gudang distributor beras.
Pengecekan dilakukan di beberapa lokasi, di antaranya Pasar Tos 3000 Jodoh serta sejumlah pasar lainnya di Kota Batam. Selain itu, petugas juga melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang penyimpanan beras di kawasan Batuampar.
Kasubdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Kepri, AKBP Paksi Eka Syaputra, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman serta harga tidak melampaui ketentuan pemerintah menjelang Lebaran.
Baca Juga: Jalan Menuju Tanjung Piayu dan Jalan di Sagulung Banyak Lubangnya, Pemko akan Segera Memperbaiki
“Kami turun langsung ke pasar-pasar untuk melakukan survei lapangan. Dari hasil pengecekan sementara, harga kebutuhan pokok masih relatif stabil dan belum ada kenaikan yang signifikan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, untuk komoditas beras yang menjadi kebutuhan utama masyarakat, harga di pasaran masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
“Untuk sembako, terutama beras, harga yang dijual pedagang masih sesuai ketentuan. Kami pastikan tidak ada pedagang yang menjual di atas HET,” tegas Paksi.
Berdasarkan keterangan para pedagang, pasokan beras ke pasar juga masih berjalan lancar dari distributor. Kondisi tersebut membuat harga tetap stabil dan tidak mengalami lonjakan.
“Pedagang menyampaikan suplai dari distributor masih lancar, sehingga tidak ada kendala stok di pasar,” tambahnya.
Selain melakukan pemantauan di pasar, tim Satgas Pangan juga mengecek langsung gudang penyimpanan milik distributor. Salah satu gudang yang diperiksa berada di kawasan Batuampar.
Baca Juga: Kepatuhan SPT ASN Pemko Batam Tembus 99,5 Persen, Raih Penghargaan DJP
Pengecekan dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok beras premium yang akan didistribusikan ke pasar tetap mencukupi hingga beberapa bulan ke depan.
“Kami juga memastikan stok di gudang distributor masih aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa bulan ke depan,” jelasnya.
Sementara, di sejumlah swalayan di kawasan Nongsa, terpantau harga beras premium isi 5 kilogram terpantau rata-rata sesuai HET. Harga tertinggi untuk kemasan 5 kg yakni Rp 77 ribu, yang artinya Rp 15400 per kg (sesuai het).
Namun jika dibeli eceran, harga beras terpantau lebih tinggi dan diatas HET, seperti beras Harum Mas dijual Rp 15800 per kg, Minang Raya Rp 15700 per kg, Jiwasraya Rp 15600 per kg dan beberapa merek lainnya.(*)



