Jumat, 27 Maret 2026

Masjid Baru di Batam, Berdiri Megah di Lanud Hang Nadim

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Masjid Bintang Amin Angkasa. F.Cecep Mulyana

batampos – Pangkalan TNI AU (Lanud) Hang Nadim Batam kini memiliki masjid megah yang tidak hanya diperuntukkan bagi prajurit, tetapi juga terbuka untuk masyarakat umum. Masjid dua lantai dengan luas bangunan mencapai 1.078 meter persegi ini menjadi simbol kedekatan TNI AU dengan masyarakat.

Komandan Lanud Hang Nadim Batam, Letkol Pnb Hendro Sukamdani, M.Tr.Opsla, mengatakan pembangunan masjid tersebut dilatarbelakangi kebutuhan mendesak akan tempat ibadah yang layak bagi prajurit.

“Selama hampir lima tahun, anggota Lanud melaksanakan salat di ruang-ruang kantor karena belum memiliki musala. Itu yang menjadi motivasi utama kami untuk menyelesaikan masjid ini,” ujarnya.

Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Mudik, BPTD Kepri Rekayasa Layanan Roro di Pelabuhan Punggur

Masjid ini mulai dibangun sejak peletakan batu pertama pada 2020. Namun, proses pembangunan sempat terhambat, terutama karena keterbatasan anggaran. Pembangunan akhirnya dapat dilanjutkan berkat dukungan berbagai pihak, baik dari individu maupun perusahaan.

“Alhamdulillah, pembangunan ini bisa berjalan berkat gotong royong dan bantuan dari banyak pihak,” tambahnya.

Masjid yang memiliki empat menara ini mampu menampung hingga 1.500 jemaah. Desainnya mengusung konsep arsitektur Timur Tengah klasik yang dipadukan dengan sistem pencahayaan modern, sehingga menghadirkan suasana ibadah yang nyaman dan representatif.

Nama masjid sendiri memiliki makna filosofis, diambil dari kata “Amin” yang berarti berkah, Bintang sebagai donatur utama, serta “Angkasa” yang merepresentasikan TNI AU. Nama tersebut juga tidak lepas dari peran donatur utama, Rusli Bintang, yang turut berkontribusi besar dalam pembangunan.

Tak hanya sebagai tempat ibadah, masjid ini juga dirancang menjadi pusat kegiatan sosial dan ekonomi kreatif. Ke depan, kawasan sekitar masjid akan dikembangkan untuk mendukung pelaku UMKM serta kegiatan kemasyarakatan lainnya.

“Masjid ini terbuka untuk umum. Masyarakat bisa memanfaatkan untuk kegiatan keagamaan, sosial, bahkan acara seperti akad nikah,” jelas Hendro.

Akses menuju masjid juga dibuat mudah dan terpisah, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir untuk berkunjung ke kawasan Lanud.

Baca Juga: Antisipasi Peredaran Narkoba dari Luar Negeri, Polda Kepri Kerahkan K-9 Razia Pelabuhan

Menurut Hendro, keberadaan masjid ini menjadi bukti nyata komitmen TNI AU dalam membangun hubungan yang humanis dengan masyarakat.

“Kami ingin menunjukkan bahwa TNI AU hadir tidak hanya sebagai penjaga kedaulatan, tetapi juga bagian dari masyarakat,” tegasnya.

Masjid ini telah mulai digunakan, termasuk untuk pelaksanaan salat tarawih di awal Ramadan, dan direncanakan akan menjadi lokasi salat Idulfitri bagi prajurit dan masyarakat sekitar.

Dengan kehadiran masjid tersebut, diharapkan tidak hanya memperkuat pembinaan mental prajurit, tetapi juga menjadi pusat silaturahmi dan kegiatan keagamaan yang bermanfaat bagi masyarakat luas.(*)

ReporterYashinta

UPDATE