Sabtu, 28 Maret 2026

Polda Kepri Koordinasi dengan Imigrasi terkait Dugaan Pungli

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Petugas Imigrasi Batam melayani WNI di konter pemeriksaan paspor di pelabuhan.

batampos – Dugaan praktik pungutan liar (pungli) yang melibatkan oknum petugas imigrasi di Batam mendapat perhatian aparat penegak hukum. Polda Kepulauan Riau telah mengetahui informasi tersebut dan akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan pihak terkait.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri, Silverster Simamora, mengatakan telah dapat informasi terkait dugaan pungli tersebut.

“Ya sudah dapat informasi tersebut,” ujarnya.

Karena itu, pihaknya tidak tinggal diam atas isu yang beredar dan akan mendalami kebenarannya. Mereka akan berkoordinasi dengan Imigrasi.

“Kami sudah menerima informasi terkait dugaan tersebut. Namun untuk langkah selanjutnya, kami akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak imigrasi,” sebutnya lagi.

Kasus ini mencuat setelah sejumlah wisatawan asing, khususnya warga negara Singapura, mengaku mengalami pungli saat masuk ke Batam melalui Terminal Feri Internasional Batam Centre. Praktik tersebut disebut terjadi dengan modus yang serupa.

Para korban mengaku dihentikan saat antrean pemeriksaan, kemudian diarahkan ke ruangan tertutup. Di dalam ruangan itu, mereka disebut diminta menyerahkan sejumlah uang dengan ancaman tidak bisa melanjutkan perjalanan jika menolak.

Salah satu korban berinisial AC, warga Singapura, mengaku mengalami kejadian tersebut pada 13 Maret 2026. Ia bersama pasangannya saat itu hendak menggunakan jalur pemeriksaan otomatis sebelum tiba-tiba dihentikan petugas.

AC menyebut dirinya kemudian diminta menunggu di luar sebuah ruangan yang ia gambarkan sebagai ruang pemeriksaan tertutup. Dari situ, situasi berubah menjadi tidak nyaman hingga berujung pada permintaan sejumlah uang.

Dugaan pungli ini dinilai berpotensi merusak citra Batam sebagai salah satu gerbang utama wisata internasional di Indonesia, terutama bagi wisatawan dari negara tetangga seperti Singapura.(*)

ReporterYashinta

UPDATE