Rabu, 8 April 2026

Tragedi Tabrak Lari Anak SD jadi Pengingat, Zona Selamat Sekolah Mendesak Diterapkan di Batam

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Situasi depan SDN 01 Sagulung yang berhadapan dengan jalan Brigjen Katamso. F. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Kasus tabrak lari yang menimpa siswa SDN 001 Batamkota menjadi alarm keras bagi semua pihak akan pentingnya perlindungan keselamatan anak di lingkungan sekolah. Peristiwa tersebut kembali membuka fakta bahwa banyak kawasan sekolah di Batam masih minim sistem pengamanan, terutama yang berhadapan langsung dengan jalan raya.

Kondisi ini mendorong perlunya penerapan zona selamat sekolah secara menyeluruh di Kota Batam. Program tersebut dinilai sebagai langkah konkret untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas yang kerap melibatkan pelajar, khususnya di tingkat sekolah dasar yang masih rentan saat beraktivitas di jalan.

Pantauan di lapangan menunjukkan masih banyak sekolah yang berada dalam kondisi rawan. Di kawasan Batuaji dan Sagulung, sejumlah sekolah berdiri tepat di tepi jalan utama dengan arus kendaraan yang padat dan melaju dengan kecepatan tinggi, sehingga membahayakan keselamatan siswa.

Beberapa sekolah yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi antara lain SMPN 47, SDN 001, dan SDN 08 Sagulung. Posisi gerbang sekolah yang langsung menghadap jalan raya membuat aktivitas keluar-masuk siswa, terutama saat jam sibuk, menjadi sangat berisiko.

Situasi tersebut memicu kekhawatiran para orang tua murid. Mereka menilai kondisi ini bisa sewaktu-waktu memicu kecelakaan jika tidak segera ditangani dengan langkah konkret dan serius oleh pemerintah serta instansi terkait.

Siska, salah satu orang tua murid SDN 001 Sagulung, mengaku cemas setiap kali mengantar dan menjemput anaknya. Ia berharap adanya perhatian lebih terhadap keselamatan anak-anak di sekitar lingkungan sekolah.

“Kami sebagai orang tua sangat khawatir. Setiap hari anak-anak harus menyeberang jalan utama yang ramai. Harapan kami ada solusi dari pemerintah agar lebih aman,” ujar Siska.
Menanggapi kondisi tersebut, Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya Arief

Wibowo, menegaskan pihaknya tengah mendorong penerapan zona selamat sekolah melalui koordinasi lintas instansi. Upaya ini dinilai penting untuk menciptakan sistem keselamatan jalan yang lebih terintegrasi.

“Kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menghadirkan zona selamat sekolah, termasuk pemasangan marka jalan dan rambu keselamatan di titik-titik rawan,” jelas Afiditya.

Ia menambahkan, pembahasan akan dilakukan melalui Forum Lalu Lintas agar seluruh pemangku kepentingan dapat menyatukan persepsi. Dengan sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, Dinas Perhubungan, hingga Jasa Raharja, diharapkan zona selamat sekolah di Batam segera terealisasi dan mampu menekan angka kecelakaan yang melibatkan pelajar.(*)

UPDATE