
batampos – Produksi udang vaname di Kota Batam pada awal 2026 tetap menunjukkan capaian positif. Dinas Perikanan (Diskan) Kota Batam mencatat, awal tahun 2026 produksi komoditas unggulan ekspor tersebut mencapai 204 ton.
Kepala Dinas Perikanan Batam, Yudi Admajianto, mengatakan udang vaname masih menjadi komoditas budidaya andalan Batam, terutama untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor ke Singapura yang permintaannya masih stabil.
“Permintaan pasar masih cukup baik, terutama dari Singapura. Udang vaname sampai saat ini masih menjadi komoditas utama ekspor perikanan Batam,” ujar Yudi.
Ia menjelaskan, capaian produksi pada awal tahun ini dipengaruhi aktivitas pembudidaya yang belum sepenuhnya berjalan optimal. Dari 31 pembudidaya udang skala besar yang terdata, sebanyak 21 di antaranya masih aktif beroperasi. Sementara sebagian pembudidaya di kawasan Galang masih dalam masa jeda produksi.
Kondisi tersebut membuat volume produksi pada Januari belum berada pada level rata-rata bulanan tahun sebelumnya. Sepanjang 2025, produksi udang vaname Batam tercatat mencapai 3.664 ton atau rata-rata sekitar 300 ton per bulan.
Meski begitu, Yudi memastikan kondisi ini masih dalam batas wajar dan tidak memengaruhi pasokan ekspor secara signifikan. Selain untuk ekspor, sebagian hasil panen juga diserap untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal di Batam.
“Suplai masih aman, karena distribusinya juga terbagi untuk pasar lokal dan ekspor,” katanya.
Menurut Yudi, dominasi udang vaname dalam sektor budidaya Batam masih cukup kuat. Hal itu terlihat dari kontribusinya terhadap total ekspor perikanan Batam sepanjang 2025 yang mencapai 6.406 ton dengan nilai Rp263,5 miliar.
Selain udang vaname, Batam juga memiliki komoditas budidaya lain seperti kerapu, kakap, dan bawal. Namun produksinya masih lebih kecil karena sebagian besar dikelola oleh pembudidaya skala kecil.
Untuk kelompok pembudidaya kecil, pemerintah daerah terus memberikan dukungan melalui bantuan benih dan program penguatan budidaya agar produksi perikanan Batam tetap tumbuh sepanjang 2026.(*)

