Rabu, 29 April 2026

Logistik Naik, Rantai Pasok Pangan Terusik

Berita Terkait

Kenaikan BBM nonsubsidi tak lagi berhenti di SPBU, tetapi menjalar ke ongkos logistik, harga sembako, hingga dapur rumah tangga di Batam. Saat pelaku usaha menaikkan tarif dan UMKM terjepit, beban justru bergeser ke masyarakat kecil yang dipaksa berhemat. Pertanyaannya, seberapa jauh gelombang kenaikan ini akan berhenti, atau hantaman ini justru baru dimulai?

ILUSTRASI kenaikan BBM nonsubsidi yang berimbas pada sektor logistik, berpengaruh terhadap kenaikan bahan pangan yang dipasok dari luar daerah akibat ongkos distribusi melonjak. Foto: chatgpt

KENAIKAN tajam harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Dexlite dan Pertamina Dex yang merupakan jenis BBM yang umum digunakan untuk kendaraan pengangkut logistik de­ngan kenaikan hampir dua kali lipat dalam waktu singkat, menjadi alarm serius bagi perekonomian Batam dan Kepulauan Riau. Sebagai wilayah kepulauan yang sangat bergantung pada pasokan barang dari luar daerah, Batam berada pada posisi rentan terhadap gejolak biaya distribusi.

Tekanan pada sektor distribusi bahkan disebut sudah memasuki fase sulit dikendalikan. Kenaikan tajam harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Dexlite dan Pertamina Dex dalam waktu singkat memicu kekhawatiran serius di kalangan pelaku usaha logistik di Batam.

Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Batam, Yasser Hadeka Daniel, menegaskan kenaikan harga BBM hampir pasti akan berdampak pada tarif jasa logistik, khususnya pada perusahaan jasa pengurusan transportasi (JPT) atau freight forwarding.

 

BACA SELENGKAPNYA di harian.batampos.co.id

ReporterTim Batampos

UPDATE