Sabtu, 9 Mei 2026

Investasi India di Batam Tembus Rp258,6 Miliar, BP Batam Perkuat Kerja Sama Ekonomi

Berita Terkait


Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis (kemeja putih), bertemu dengan Konsul Jenderal India di Medan, Ravi Shankar Goel, dalam rangka memperkuat kerja sama investasi dan perdagangan antara Batam dan India, Jumat (8/5/2026).

batampos – Badan Pengusahaan Batam terus memperkuat posisinya sebagai pusat investasi strategis di kawasan Asia Tenggara dengan mempererat kolaborasi ekonomi bersama India.

Upaya tersebut dilakukan melalui kunjungan kerja Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, kepada Konsul Jenderal India di Medan, Ravi Shankar Goel, Jumat (8/5/2026).

Pertemuan itu bertujuan memperkuat komunikasi strategis sekaligus membuka peluang kerja sama baru antara Batam dan berbagai institusi ekonomi India.

Fary mengatakan, hubungan ekonomi antara Batam dan India menunjukkan tren pertumbuhan yang positif dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data BP Batam, total investasi India di Batam sepanjang periode 2016 hingga 2025 mencapai Rp258,6 miliar.

“Pencapaian tertinggi terjadi pada tahun 2025 dengan realisasi investasi sebesar Rp95,2 miliar,” ujar Fary.

Tak hanya dari sisi investasi, India juga menjadi salah satu pasar ekspor utama bagi Batam. Pada kuartal I 2026, nilai ekspor Batam ke India tercatat mencapai USD521,6 juta atau berkontribusi sebesar 11,14 persen terhadap total ekspor Batam.

Menurut Fary, pertumbuhan investasi dan perdagangan tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan pelaku usaha India terhadap daya saing Batam sebagai kawasan industri dan perdagangan internasional.

“India merupakan mitra strategis dengan potensi besar bagi pengembangan industri dan perdagangan Batam,” katanya.

Saat ini, BP Batam tengah fokus memperkuat ekosistem investasi melalui pengembangan kawasan industri, sektor logistik, serta perdagangan internasional. Sejumlah sektor potensial yang terbuka untuk kolaborasi antara lain manufaktur, energi terbarukan, industri maritim, hingga penguatan rantai pasok industri.

Sementara itu, Ravi Shankar Goel mengapresiasi perkembangan ekonomi Batam yang dinilai semakin kompetitif di tingkat regional.

Menurutnya, India memandang Indonesia sebagai mitra strategis untuk tumbuh bersama menuju negara maju.

“Batam merupakan salah satu kisah sukses pembangunan ekonomi di Indonesia. Letaknya yang strategis dekat dengan Singapura, didukung kepemimpinan yang kuat serta kebijakan Free Trade Zone menjadi daya tarik utama bagi investor,” ujar Ravi.

Sebagai tindak lanjut, kedua pihak sepakat menggelar forum presentasi bisnis secara hibrida yang akan mempertemukan pengelola kawasan industri Batam dengan jaringan Kamar Dagang India.

Forum tersebut diharapkan tidak hanya menjadi sarana promosi investasi, tetapi juga mampu memetakan kebutuhan rantai pasok ekspor-impor secara lebih rinci melalui identifikasi produk berbasis kode Harmonized System (HS).

Langkah diplomasi ekonomi ini diharapkan semakin memperkuat posisi Batam sebagai kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas yang kompetitif di tingkat global. (*)

UPDATE