
batampos – Dugaan mafia sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang tengah dibongkar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) disebut berpotensi berdampak terhadap maraknya kecelakaan (laka) kerja di Batam. Praktik dugaan permainan dalam penerbitan sertifikat K3 dinilai bisa melahirkan tenaga kerja maupun pengawas yang tidak benar-benar memiliki kompetensi keselamatan kerja.
Kasus dugaan korupsi dan pemerasan dalam pengurusan sertifikasi K3 di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan RI itu kini menjadi sorotan serius kalangan serikat pekerja di Batam, terutama karena kota industri tersebut dalam beberapa tahun terakhir kerap diwarnai kasus kecelakaan kerja, khususnya di sektor galangan kapal dan manufaktur.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sendiri masih terus mendalami dugaan aliran dana miliaran rupiah dalam perkara tersebut. Sejumlah perusahaan di Batam juga telah diperiksa terkait dugaan praktik pemberian uang kepada oknum pegawai maupun pejabat di Kementerian Ketenagakerjaan untuk memuluskan penerbitan sertifikat K3.
BACA SELENGKAPNYA di harian.batampos.co.id


