Selasa, 19 Mei 2026

BP Batam Jajaki Kerjasama dengan Investor Tiongkok untuk Mengelola Sampah Menjadi Energi

spot_img

Berita Terkait

Ilustrasi. Truk pengangkut sampah menurunkan muatan yang berasal dari sampah rumah tangga dan lainnya di TPA Punggur. Foto. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam mulai membuka peluang pengembangan pengolahan sampah menjadi energi atau waste to energy sebagai salah satu solusi jangka panjang mengatasi persoalan penumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Punggur.

‎Langkah awal itu ditandai dengan pertemuan BP Batam bersama perusahaan pengelolaan limbah asal Tiongkok yang datang untuk memperkenalkan teknologi dan menjajaki peluang kerja sama pengembangan waste to energy di Batam.

‎Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, mengatakan pertemuan tersebut masih bersifat penjajakan awal dan pertukaran informasi terkait kondisi persampahan di Batam.

‎“Perusahaan tersebut hadir ke Batam untuk memperkenalkan diri sekaligus menggali informasi lebih jauh mengenai kondisi persampahan di Batam,” kata Denny, pada Selasa (19/5) siang.

‎Menurut dia, perusahaan asal Tiongkok tersebut bergerak di bidang pengelolaan limbah dan lingkungan, mulai dari waste to energy, pengolahan limbah cair (wastewater treatment), hingga berbagai sektor lain yang berkaitan dengan pengelolaan sampah dan limbah industri.

‎“Mereka menyampaikan bahwa di Tiongkok perusahaan ini termasuk salah satu perusahaan besar di bidang pengelolaan limbah dan lingkungan,” ujarnya.

‎Denny menjelaskan, ketertarikan perusahaan tersebut terhadap Batam muncul karena melihat perkembangan kota yang pesat sebagai kawasan industri dan investasi.

‎“Mereka melihat Batam sebagai kota industri yang maju, tumbuh cepat, dan memiliki prospek ekonomi yang sangat baik,” jelasnya.

‎Dalam pertemuan itu, BP Batam bersama Pemerintah Kota Batam menyambut baik kedatangan investor tersebut. Menurut Denny, pengembangan waste to energy memang menjadi salah satu isu yang mulai banyak dibahas di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Batam yang saat ini menghadapi tantangan meningkatnya volume sampah.

‎Pihak perusahaan, kata dia, juga mengaku telah mengikuti perkembangan proyek waste to energy di sejumlah wilayah Indonesia dan ingin mengetahui lebih jauh peluang pengembangan teknologi serupa di Batam.

‎“Mereka ingin mengenal lebih jauh kondisi Batam dan melihat kemungkinan untuk turut berpartisipasi apabila ke depan terdapat langkah lanjutan terkait pengembangan waste to energy di Batam,” katanya.

‎Meski demikian, Denny menegaskan hingga saat ini belum ada keputusan final terkait realisasi proyek maupun kerja sama investasi. BP Batam masih dalam tahap awal penjajakan dan belum masuk pada pembahasan teknis mendalam.

‎“Pada prinsipnya, pertemuan ini menjadi forum awal untuk saling bertukar informasi, memperkenalkan kapasitas perusahaan, serta memahami kebutuhan dan kondisi pengelolaan sampah di Batam,” ujarnya.

‎Terkait rencana pelaksanaan proyek, kapasitas energi yang dihasilkan, hingga bentuk energi yang nantinya akan dikembangkan, Denny menyebut seluruhnya masih membutuhkan pembahasan dan kajian lebih lanjut.

‎Namun, wacana pengembangan waste to energy ini dinilai menjadi salah satu langkah strategis di tengah meningkatnya persoalan sampah di Batam, khususnya di TPA Punggur yang selama ini menjadi lokasi utama penampungan sampah kota.(*)

ReporterM. Sya’ban

UPDATE

Play sound