Rabu, 20 Mei 2026

ASPPI Kepri Gelar Rakorda Perdana, Fokus Perkuat Sinergi Industri Pariwisata

spot_img

Berita Terkait

ASPPI Kepri
Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Provinsi Kepulauan Riau yang gelar rakorda di Ayola Hotel, Batam, Selasa, 19 Mei 2026.

batampos – Ratusan pelaku industri pariwisata di Kepulauan Riau mulai menyusun strategi memperkuat sektor wisata di tengah meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara ke Batam dan wilayah sekitarnya.

Kondisi nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar dinilai justru menjadi peluang bagi daerah perbatasan seperti Batam untuk menarik lebih banyak wisatawan asing, khususnya dari Singapura dan Malaysia.

Hal itu dikemukakan dalam Rapat Koordinasi Daerah pertama Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Provinsi Kepulauan Riau yang digelar di Ayola Hotel, Batam, Selasa, 19 Mei 2026. Kegiatan tersebut dihadiri para pelaku usaha pariwisata dari berbagai sektor, mulai dari hotel, biro perjalanan, guide, transportasi, rumah makan hingga pengelola destinasi wisata.

Ketua ASPPI Kepulauan Riau, Justitia Primadonna Ghazaly, mengatakan rapat koordinasi itu menjadi momentum memperkuat kolaborasi antar pelaku industri pariwisata di daerah. ASPPI mengusung tema “KISS” yang merupakan singkatan dari kolaborasi, inovasi, sinergi, dan sinkronisasi.

Baca Juga: Driver Ojol dan Debt Collector Saling Lapor, Polisi Kumpulkan Alat Bukti

“Rapat ini kami adakan untuk memperkuat kolaborasi antar pelaku pariwisata sekaligus mengevaluasi program-program yang sudah berjalan dan menyerap masukan anggota untuk pengembangan organisasi ke depan,” kata Justitia yang di sapa Donna

Kegiatan diawali dengan peninjauan fasilitas Ayola Hotel yang diproyeksikan menjadi lokasi agenda besar ASPPI pada September 2026. Dalam agenda tersebut, ASPPI berencana menggelar kegiatan business to business (B2B) atau Travelmart yang mempertemukan Seller dan Buyer jasa pariwisata.

Menurut Donna kegiatan Travelmart itu akan menjadi penyelenggaraan keempat yang digelar ASPPI dan rutin dilaksanakan setiap dua tahun sekali. Ia menyebut forum tersebut penting untuk memperluas jaringan bisnis pariwisata sekaligus memperkenalkan potensi wisata Kepulauan Riau kepada pasar yang lebih luas.

“Travelmart ini mempertemukan seller dan buyer di sektor pariwisata. Harapannya bisa membuka peluang kerja sama baru dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Batam dan Kepri,” ujarnya.

ASPPI, kata dia, merupakan organisasi yang mewadahi seluruh pelaku industri pariwisata, tidak hanya agen perjalanan wisata. Anggotanya mencakup sektor perhotelan, transportasi wisata, restoran, hingga pengelola destinasi.

Baca Juga: Kuliner Batam: 5 Rekomendasi Tempat Makan Siang yang Wajib Masuk Daftar

Secara nasional, ASPPI telah terbentuk di 23 provinsi dengan sekitar 4.000 anggota. Untuk tingkat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kepri terdapat 63 anggota , sedangkan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) sementara berjumlah 15.

Dalam kesempatan itu, Justitia juga mengungkapkan ASPPI tengah memperluas struktur organisasi di Kepulauan Riau melalui pembentukan DPC Bintan-Tanjungpinang. Kepengurusan cabang tersebut disebut sudah terbentuk secara administratif dan direncanakan dilantik bulan depan.

Selain agenda formal, rapat koordinasi turut diisi kegiatan fun game untuk mempererat hubungan antaranggota. Menurut Justitia , soliditas antar pelaku usaha menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan sektor wisata daerah.

Ia optimistis prospek pariwisata Batam dan Kepulauan Riau ke depan akan terus membaik. Peningkatan kunjungan wisatawan dari Singapura dan Malaysia, menurut dia, mulai terlihat dari naiknya tingkat okupansi hotel dalam beberapa pekan terakhir.

“Dengan kondisi dolar yang tinggi, wisatawan mancanegara justru semakin tertarik datang ke Indonesia. Sekarang kunjungan dari Singapura dan Malaysia mulai ramai, okupansi hotel juga cenderung meningkat setiap minggu,” kata dia.

Menurut Justitia kenaikan harga tiket transportasi tidak terlalu mempengaruhi minat wisatawan asing untuk berkunjung ke Batam. Ia menilai kedekatan geografis Batam dengan negara tetangga tetap menjadi daya tarik utama yang mendukung pertumbuhan pariwisata di wilayah perbatasan tersebut. (*)

ReporterAzis Maulana
spot_img

UPDATE

Play sound