
batampos –Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam mulai mendistribusikan pupuk subsidi tahun 2026 secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan petani di sejumlah wilayah pertanian.
Tahap awal distribusi difokuskan untuk petani di Kecamatan Sagulung. DKPP memastikan penyaluran dilakukan berdasarkan kebutuhan riil petani yang tercantum dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).
Kepala DKPP Kota Batam, Mardanis, mengatakan alokasi pupuk subsidi yang diterima Batam tahun ini terdiri dari 15 ton pupuk urea, 60 ton pupuk NPK, dan 70 ton pupuk organik.
“Alokasi pupuk subsidi 2026 terdiri dari urea 15 ton, NPK 60 ton, dan pupuk organik 70 ton,” ujar Mardanis, Kamis (21/5).
Menurut dia, distribusi pupuk akan dibagi untuk petani di enam kecamatan, yakni Bulang, Sagulung, Batuaji, Galang, Nongsa, dan Sei Beduk.
Ia menjelaskan besaran pupuk yang diterima masing-masing wilayah bergantung pada usulan kelompok tani dalam RDKK.
“Yang mengajukan RDKK lebih banyak tentu akan mendapat alokasi lebih banyak juga karena pembagian disesuaikan dengan proporsi kebutuhan,” katanya.
Meski penyaluran belum berjalan penuh akibat adanya perubahan standar operasional prosedur (SOP) distribusi, DKPP memastikan pasokan tahap awal mulai masuk ke Batam pekan ini.
“Alhamdulillah Sabtu besok (23/5) pupuk subsidi sudah datang di packing house Batam untuk Kecamatan Sagulung sesuai SK, yakni 3.200 kilogram urea dan 15.300 kilogram NPK,” ujarnya.
Mardanis menambahkan harga pupuk subsidi tersebut masih sesuai ketentuan pemerintah, yakni Rp1.800 per kilogram untuk urea dan Rp1.840 per kilogram untuk NPK.
Sementara itu, untuk pupuk organik, hingga kini stoknya masih belum tersedia di gudang Tanjungpinang.
“Untuk saat ini pupuk organik belum ada di gudang Tanjungpinang,” katanya.(*)



