
batampos — Badan Pengusahaan Batam mulai mengerahkan alat berat untuk memperbaiki badan jalan yang mengalami penurunan di ruas Jalan Yos Sudarso, tepat di atas Underpass Pelita, Lubuk Baja, Sabtu (23/5). Perbaikan dilakukan menyusul kerusakan jalan yang dinilai membahayakan pengendara di salah satu jalur utama penghubung kawasan industri dan Bandara Hang Nadim.
Dua alat berat milik BP Batam telah disiagakan di bahu jalan untuk proses pemadatan tanah dan aspal, sementara satu unit ekskavator perayap digunakan untuk pekerjaan penggalian dan pemuatan material.
Kerusakan jalan berada di jalur dari arah Batuampar menuju Bandara Hang Nadim. Ruas tersebut selama ini menjadi salah satu titik dengan volume kendaraan tinggi, termasuk dilalui truk bertonase berat menuju kawasan pelabuhan dan industri.
Bagian jalan yang mengalami kerusakan paling parah terlihat di sisi kanan jalur dari arah Seraya menuju Simpang Indomobil. Permukaan jalan tampak mencekung dan membentuk gelombang di area turunan, kondisi yang berisiko memicu kecelakaan lalu lintas, terutama saat kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi.
Sejumlah pengguna jalan mengaku khawatir dengan kondisi tersebut karena cekungan jalan berada tepat di area menurun sebelum simpang padat kendaraan. Intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa pekan terakhir diduga turut mempercepat penurunan struktur jalan.
Direktur Pembangunan Infrastruktur BP Batam, Wulung Dahana, mengatakan pekerjaan perbaikan dimulai Sabtu dan ditargetkan selesai dalam waktu satu pekan. Menurut dia, tahap awal pekerjaan difokuskan pada pemasangan beton rigid untuk memperkuat struktur jalan yang mengalami penurunan.
“Untuk saat ini, BP Batam sedang dalam proses persiapan peralatan pekerjaan dan malam ini akan langsung dimobilisasi ke lokasi,” kata Wulung.
Ia menyebutkan keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama dalam penanganan kerusakan tersebut. “Fokus utama kami adalah bagaimana menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat Kota Batam,” ujarnya.
Selama proses pengerjaan berlangsung, BP Batam akan memberlakukan penutupan setengah lajur di atas Underpass Pelita mulai 23 hingga 30 Mei 2026. Rekayasa lalu lintas diterapkan agar pekerjaan dapat dilakukan tanpa menutup total akses kendaraan di ruas utama tersebut.
BP Batam mengimbau pengguna jalan mengurangi kecepatan saat melintas di lokasi proyek dan mengikuti arahan petugas lalu lintas untuk menghindari kemacetan maupun kecelakaan.
Wulung mengatakan pola kerja BP Batam saat ini diarahkan untuk mempercepat respons terhadap laporan kerusakan infrastruktur masyarakat. Ia menyebut langkah itu sejalan dengan arahan Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan selama proses perbaikan berlangsung. Kami juga berharap seluruh masyarakat dapat bekerja sama agar pengerjaan selesai tepat waktu,” kata dia(*)



