Rabu, 15 April 2026

Underpass Pelita Disulap Lebih Terang, Drainase untuk Cegah Genangan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
‎Keterangan: Ilustrasi revitalisasi Underpass Pelita yang akan dilakukan untuk meningkatkan pencahayaan, memperbaiki drainase, serta memperindah tampilan kawasan. F. BP Batam untuk Batam Pos


batampos– Wajah Underpass Pelita yang selama ini identik dengan gelap dan rawan genangan, kini akan mulai berubah. Badan Pengusahaan (BP) Batam melakukan revitalisasi menyeluruh, tak hanya mempercantik tampilan, tetapi juga memperbaiki aspek keselamatan bagi pengguna jalan.

‎Salah satu fokus utama adalah peningkatan pencahayaan di dalam underpass yang selama ini kerap dikeluhkan pengendara.

‎“Iyah, proyek ini juga CSR. Underpass Pelita kan selama ini gelap, kita buat menjadi cerah namun tetap tidak mengganggu pengguna lalu lintas dengan lampu neon,” kata Kepala Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, Selasa (14/4) siang

‎Tak hanya soal penerangan, persoalan klasik berupa genangan air saat hujan juga menjadi perhatian serius. Kondisi tersebut selama ini membuat pengendara harus ekstra hati-hati saat melintas.

‎“Benar, makanya diperhatikan drainase juga untuk aliran airnya,” ujarnya.

‎Revitalisasi Underpass Pelita merupakan bagian dari program penataan infrastruktur yang dilakukan BP Batam melalui Direktorat Pembangunan Infrastruktur. Proyek ini menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kualitas fasilitas publik sekaligus memperbaiki wajah kota.

‎Underpass Pelita sendiri memiliki peran strategis sebagai penghubung antara kawasan pemerintahan di Batam Center dengan pusat bisnis dan pariwisata di Nagoya. Selain itu, infrastruktur ini juga menjadi satu-satunya underpass yang dimiliki Kota Batam.

‎Seiring waktu, kondisi underpass mengalami penurunan, baik dari sisi fungsi maupun estetika. Minimnya pencahayaan, sistem drainase yang kurang optimal, hingga maraknya coretan vandalisme membuat kenyamanan pengguna jalan terganggu.

‎Menjawab persoalan tersebut, BP Batam melakukan perbaikan secara menyeluruh. Mulai dari penataan lanskap dengan penanaman tanaman, pembersihan saluran drainase, pengecatan ulang dinding, marka jalan, hingga pemasangan light box yang memuat visi pembangunan Kota Batam.

‎Selain itu, sistem penerangan juga diperbarui agar lebih terang, namun tetap nyaman bagi pengendara.
‎Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan revitalisasi ini tidak hanya berfokus pada aspek fisik semata, tetapi juga pada peningkatan kualitas pelayanan publik.

‎“Revitalisasi Underpass Pelita merupakan langkah strategis untuk memastikan keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran mobilitas masyarakat. Kami ingin menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya berfungsi optimal, tetapi juga memiliki nilai estetika sebagai representasi kemajuan Kota Batam,” ujarnya.

‎Ia menegaskan, peningkatan pencahayaan dan pembenahan sistem drainase menjadi prioritas utama guna meminimalkan risiko kecelakaan serta mencegah genangan air yang kerap terjadi saat musim hujan.

‎“Dengan perbaikan yang dilakukan secara menyeluruh, kami optimistis Underpass Pelita akan kembali menjadi jalur yang aman, nyaman, dan membanggakan bagi masyarakat Batam,” tambahnya.

‎Saat ini, progres pekerjaan masih terus berjalan. Sejumlah tahapan telah dilakukan, mulai dari penanaman tanaman hias, pembersihan drainase, hingga pengukuran lapangan untuk pengecatan, pemasangan light box, dan perbaikan sistem penerangan.

‎Proyek revitalisasi ini dijadwalkan berlangsung selama dua bulan, sejak April hingga Mei 2026.

‎BP Batam juga mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas yang telah diperbaiki, termasuk menghindari tindakan vandalisme agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

‎“Tidak hanya underpass, secara bertahap, BP Batam juga akan melakukan revitalisasi di kawasan lainnya,” kata Amsakar.(*)

ReporterM. Sya’ban

UPDATE