Kamis, 23 Juli 2026

Lewat Pelatihan Pemprov Kepri Siapkan Tenaga Welder Siap Pakai untuk Industri

Berita Terkait

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kepri, Diky Wijaya membuka Pelatihan dan Sertifikasi Skema Tailor Made Training Las 4G FCAW di Kings Hotel Batam, Selasa (21/7). F.Azis Maulana

batampos – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mulai mengarahkan strategi penurunan angka pengangguran melalui peningkatan kompetensi tenaga kerja. Salah satu langkah yang ditempuh ialah menggelar Pelatihan dan Sertifikasi Skema Tailor Made Training Las 4G FCAW yang dirancang sesuai kebutuhan industri di Batam.

Pelatihan yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kepulauan Riau di Kings Hotel, Lubukbaja, itu melibatkan sejumlah perusahaan besar sebagai mitra industri, yakni PT McDermott Indonesia, PT NOV Profab, PT Caterpillar Indonesia Batam, dan PT Sidma Teknik Solusi Indonesia.

Kehadiran perusahaan-perusahaan tersebut menjadi sinyal bahwa dunia usaha ikut terlibat dalam menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kepri, Diky Wijaya, mengatakan persoalan utama yang dihadapi pencari kerja saat ini bukan semata-mata minimnya lowongan, melainkan kesenjangan kompetensi. Menurut dia, industri membutuhkan tenaga kerja yang siap bekerja dengan sertifikasi yang diakui.

Baca Juga: Bazar Murah dan Cek Kesehatan Gratis Meriahkan Hari Bakti TNI AU

“Upaya menurunkan angka pengangguran harus dimulai dengan membangun kompetensi masyarakat. Kebutuhan tenaga las bersertifikat 4G FCAW di sektor industri sangat besar, tetapi jumlah tenaga kerja yang memiliki kompetensi tersebut masih terbatas,” kata Diky, Selasa (21/7).

Ia menjelaskan, ijazah pendidikan formal kini tidak lagi menjadi satu-satunya modal memasuki dunia kerja. Industri, terutama sektor galangan kapal, fabrikasi, dan manufaktur berat di Batam, lebih mengutamakan tenaga kerja yang telah memiliki sertifikasi sesuai standar pekerjaan.

“Hari ini ijazah saja tidak cukup. Yang dibutuhkan adalah upskilling, kompetensi, dan sertifikasi. Banyak perusahaan meminta tenaga kerja yang bisa langsung bekerja tanpa harus memulai pelatihan dari awal,” ujarnya.

Menurut Diky, pelaksanaan pelatihan tersebut merupakan hasil komunikasi antara pemerintah daerah dengan pelaku industri. Dari berbagai diskusi, pemerintah memperoleh gambaran bahwa rendahnya penyerapan tenaga kerja lokal salah satunya disebabkan belum terpenuhinya kompetensi yang dipersyaratkan perusahaan.

Karena itu, pelatihan dirancang berbasis kebutuhan industri (tailor made training), sehingga lulusan diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk langsung memasuki pasar kerja.

Anggota Komisi IV DPRD Kepulauan Riau, Aman, menilai pelatihan dan sertifikasi seperti ini menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal. Program tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi pencari kerja, tetapi juga pekerja yang ingin meningkatkan kompetensinya.

“Kami berharap setelah mengikuti pelatihan ini, peserta bisa langsung terserap bekerja di perusahaan-perusahaan yang membutuhkan tenaga las bersertifikat,” kata Aman.

Baca Juga: Apindo Batam Tegaskan Fasilitas KEK Tak Bisa Instan

Ia mengungkapkan, sejumlah perusahaan yang hadir dalam kegiatan tersebut juga menyatakan komitmennya mendukung program peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal. Menurutnya, kebutuhan tenaga kerja di sektor industri Batam dan Kepulauan Riau sebenarnya masih terbuka lebar.

“Tantangan kita bukan lagi mencari lowongan kerja, tetapi menyiapkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan, kompetensi, dan daya saing sesuai kebutuhan industri,” ujarnya.

Aman menambahkan, dukungan anggaran DPRD bersama Dinas Tenaga Kerja Kepri akan terus diarahkan pada program pelatihan berbasis kebutuhan industri. Dengan begitu, lulusan pelatihan tidak hanya memperoleh sertifikat, tetapi juga memiliki peluang nyata untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja di sektor manufaktur, fabrikasi, dan galangan kapal yang terus berkembang di Batam. (*)

ReporterAzis Maulana

UPDATE