
batampos – Kota Batam masih menjadi tujuan utama masyarakat yang mencari peluang kerja. Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam mencatat sebanyak 15.189 orang mendaftarkan diri sebagai pencari kerja sepanjang Januari hingga Juni 2026.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.242 orang berhasil ditempatkan bekerja, sementara perusahaan melaporkan kebutuhan tenaga kerja sebanyak 6.215 lowongan kepada Disnaker Batam.
Kepala Disnaker Kota Batam, Yudi Suprapto, mengatakan tingginya jumlah pencari kerja menunjukkan aktivitas pasar tenaga kerja di Batam masih berjalan dinamis.
Baca Juga: 43 Gerai Koperasi Merah Putih di Batam Masih Dibangun, 21 Lokasi Tunggu Lahan
Menurutnya, daya tarik Batam sebagai kawasan industri membuat banyak masyarakat dari berbagai daerah datang untuk mencari peluang kerja, terutama di sektor manufaktur.
“Batam masih menjadi salah satu daerah tujuan pencari kerja. Karena itu, kami terus memperkuat kolaborasi dengan perusahaan agar kebutuhan tenaga kerja dapat segera dipenuhi dan masyarakat lebih cepat terserap ke dunia kerja,” ujar Yudi, Rabu (22/7).
Berdasarkan data Disnaker Batam, jumlah pencari kerja mengalami perubahan setiap bulan. Pada Januari tercatat 1.842 orang, Februari 2.612 orang, Maret 1.709 orang, April 2.646 orang, Mei meningkat menjadi 3.475 orang, dan Juni sebanyak 2.905 orang.
Total selama enam bulan pertama 2026 mencapai 15.189 pencari kerja.
Sementara itu, penempatan tenaga kerja juga terus berlangsung. Pada Januari sebanyak 1.303 orang berhasil mendapatkan pekerjaan, Februari 688 orang, Maret 483 orang, April 931 orang, Mei 1.062 orang, dan Juni 775 orang.
Baca Juga: BP Batam Gandeng Kantor Bahasa Kepri
Dengan demikian, total tenaga kerja yang terserap hingga akhir Juni mencapai 5.242 orang.
Di sisi lain, perusahaan yang melaporkan kebutuhan tenaga kerja kepada Disnaker menyediakan 6.215 lowongan kerja. Jumlah tersebut terdiri dari 1.417 lowongan pada Januari, 1.208 lowongan Februari, 576 lowongan Maret, 1.139 lowongan April, 1.068 lowongan Mei, dan 807 lowongan Juni.
Yudi mengatakan Disnaker terus mendorong perusahaan agar aktif menyampaikan kebutuhan tenaga kerjanya. Hal tersebut penting untuk mempercepat pertemuan antara pencari kerja dan dunia usaha melalui sistem informasi pasar kerja, bursa kerja (job fair), hingga layanan walk in interview.
Selain memperluas akses pekerjaan, Disnaker juga terus meningkatkan kualitas tenaga kerja melalui program pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Permudah Bayar Tunggakan JKN Secara Bertahap dengan REHAB 2.0
Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan pencari kerja agar sesuai dengan kebutuhan industri yang terus berkembang di Batam.
“Harapan kami, pada semester kedua penempatan tenaga kerja dapat terus meningkat seiring bertambahnya investasi dan kebutuhan tenaga kerja dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Batam,” tutup Yudi. (*)

