
batampos – Pola mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Batam kini mulai berubah. Jika sebelumnya identik dengan kalangan pekerja atau mahasiswa usia dewasa, kini mayoritas mahasiswa justru didominasi generasi muda berusia di bawah 25 tahun.
Perubahan tren itu terlihat dari meningkatnya minat lulusan SMA/sederajat yang memilih melanjutkan pendidikan tinggi melalui sistem pembelajaran jarak jauh.
Direktur UT Batam, Angga Sucitra Hendrayana, mengatakan saat ini sekitar 70 persen mahasiswa UT secara nasional merupakan mahasiswa usia muda. Menurutnya, kondisi itu menunjukkan masyarakat mulai menerima kuliah daring sebagai pilihan yang fleksibel dan relevan dengan perkembangan era digital.
“Sekarang pola mahasiswa UT sudah berubah. Dulu identik dengan pekerja, sekarang justru didominasi anak muda di bawah 25 tahun. Mereka melihat kuliah jarak jauh lebih fleksibel dan sesuai perkembangan zaman,” ujarnya.
UT Batam sendiri mulai membuka pendaftaran mahasiswa baru semester ganjil tahun akademik 2026/2027 sejak awal Mei 2026 dengan target penerimaan mencapai 4.000 mahasiswa baru.
Pendaftaran dibuka melalui dua jalur, yakni jalur umum atau non Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan jalur RPL atau alih kredit.
Untuk jalur umum, pendaftaran dibuka hingga 22 Juli 2026. Sementara jalur RPL ditutup lebih awal pada 24 Juni 2026 karena harus melalui tahapan asesmen dan pengakuan capaian pembelajaran sebelumnya.
“Jalur umum untuk lulusan SMA atau sederajat yang baru pertama kali kuliah. Sedangkan RPL untuk mahasiswa transfer, yang pernah kuliah tetapi belum selesai, atau pekerja yang pengalaman kerjanya bisa diakui menjadi pengurangan SKS,” jelasnya.
Menurut Angga, tingginya minat masyarakat terhadap UT juga dipengaruhi biaya kuliah yang relatif terjangkau. Mahasiswa hanya perlu membayar uang kuliah sekitar Rp1,3 juta hingga Rp3 juta per semester, tergantung skema yang dipilih.
“Mahasiswa bisa memilih sistem paket atau per SKS sesuai kemampuan finansial masing-masing,” katanya.
Selain biaya, fleksibilitas sistem pembelajaran menjadi daya tarik utama. Meski berbasis pembelajaran jarak jauh, proses perkuliahan tetap mengacu pada aturan pemerintah dengan total setara 16 kali pertemuan setiap semester.
“Masih banyak yang mengira kuliah di UT hanya delapan kali pertemuan. Padahal tetap setara 16 kali, hanya saja sebagian melalui pembelajaran mandiri dan sebagian lagi pembelajaran terbimbing secara online maupun tatap muka,” ujarnya.
Program studi favorit di UT Batam masih didominasi Prodi Manajemen dan Ilmu Hukum. Namun, peminat Program Studi Sistem Informasi juga terus mengalami peningkatan.
“Kalau di Batam paling banyak Manajemen, Karimun banyak Ilmu Hukum, sementara di Natuna Ilmu Komunikasi cukup tinggi peminatnya,” katanya.
Saat ini total mahasiswa aktif UT Batam mencapai sekitar 16.400 orang yang tersebar di Kepri hingga Johor dan Singapura.
“Tahun ini target kami minimal dua kali lipat dari semester sebelumnya. Mudah-mudahan total mahasiswa aktif bisa menyentuh 19 ribu orang,” tutupnya.(*)



