Rabu, 3 Juni 2026

TMC Tingkatkan Curah Hujan di Batam hingga 40 Persen sangat Membantu Pasokan Air di Waduk

spot_img

Berita Terkait

Kondisi Waduk Duriangkang yang sempat mengalami penyusutan akibat kemarau panjang dan fenomena El Nino beberapa bulan lalu. Foto: M. Sya’ban/Batam Pos

batampos – Curah hujan di Batam meningkat selama pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang berlangsung sejak pertengahan Mei 2026. BMKG Kelas I Hang Nadim Batam menyebut penyemaian garam ke awan mampu mendongkrak curah hujan hingga 30 sampai 40 persen sekaligus membantu mengisi waduk penampungan air baku.

Kepala BMKG Kelas I Hang Nadim Batam, Ramlan Jambak, mengatakan program TMC telah dilaksanakan sejak 15 Mei 2026 sebagai upaya mendukung ketersediaan air baku di Batam. Selama pelaksanaannya, hampir 20 ton garam telah ditebarkan ke awan-awan potensial di wilayah Kepulauan Riau.

“Untuk per hari itu, sekitar 1 ton garam disemai,” tegas Ramlan, melakukan penerbangan penyemaian awan, Rabu (3/6).

Menurut Ramlan, bahan yang digunakan dalam proses penyemaian adalah Natrium Chlorida (NaCl) atau garam. Material tersebut berfungsi sebagai inti kondensasi yang membantu mempercepat pembentukan butiran air di dalam awan hingga akhirnya turun menjadi hujan.

“Garam itu sifatnya dapat menarik uap air sehingga menjadi inti kondensasi untuk pembentukan hujan,” ujar Ramlan

Ia menjelaskan, penyemaian dilakukan terhadap awan-awan tebal yang memiliki potensi hujan tinggi. Dalam satu kali penerbangan, pesawat membawa sekitar satu ton garam untuk disebarkan ke awan sasaran.

“Satu kali terbang sekitar satu ton. Kalau potensinya bagus dan masih ada awan yang bisa disemai, rata-rata bisa dua kali penerbangan dalam sehari,” katanya.

Ramlan menyebutkan, berdasarkan pengalaman pelaksanaan TMC di berbagai daerah di Indonesia, teknologi tersebut secara umum mampu meningkatkan curah hujan antara 30 hingga 40 persen.

“Secara umum kegiatan penyemaian ini rata-rata bisa meningkatkan curah hujan 30 sampai 40 persen,” sebutnya.

Meski demikian, efektivitas TMC di wilayah Kepulauan Riau memiliki karakteristik berbeda dibanding daerah lain. Hal itu karena sebagian hujan yang terbentuk sering kali jatuh di wilayah laut sehingga tidak seluruhnya masuk ke daerah tangkapan air maupun waduk.

“Kalau di Kepri kadang-kadang hujannya jatuh di laut sehingga tidak kembali ke waduk. Jadi efektivitasnya sedikit berbeda dibanding daerah lain,” jelasnya.

Dijelaskannya, hujan yang dihasilkan dari proses penyemaian tidak selalu turun sesaat setelah garam ditebarkan. Waktu turunnya hujan bergantung pada perkembangan dan kondisi awan yang menjadi target penyemaian.

“Ada yang beberapa jam setelah disemai langsung hujan, ada juga yang malam atau besoknya baru turun hujan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, garam yang ditebarkan akan membantu mempercepat proses penggabungan butir-butir air di dalam awan hingga mencapai tingkat kejenuhan maksimal. Setelah itu, butiran air menjadi lebih besar dan turun sebagai hujan.

“Kalau ada awan yang potensinya besar tetapi tidak ada pemicu, biasanya hanya menggumpal saja. Dengan penyemaian itu kita bantu memancing supaya menjadi hujan,” ujarnya.

Program TMC tersebut diperkirakan segera berakhir. Selain kontrak penggunaan pesawat yang telah selesai, potensi pembentukan awan hujan pada Juni juga mulai berkurang dibanding bulan sebelumnya.

“Ini kemungkinan hari terakhir karena kontrak pesawatnya juga sudah selesai dan potensi awan di bulan Juni mulai berkurang,” ungkap Ramelan.

Selama pelaksanaan program, penyemaian dilakukan menggunakan pesawat jenis Cessna 208 Caravan yang dilengkapi alat khusus berupa corong penebar garam. Sebelum penerbangan dilakukan, tim BMKG terlebih dahulu menganalisis arah angin, ketebalan awan, serta jenis awan yang dinilai layak untuk disemai.

“Tidak semua jenis awan bisa disemai. Jadi kami analisis dulu sebelum pesawat diterbangkan,” tutupnya.

Dengan meningkatnya curah hujan selama pelaksanaan TMC, BMKG berharap pasokan air baku di sejumlah waduk Batam dapat bertambah sehingga kebutuhan air masyarakat tetap terjaga, terutama saat memasuki periode cuaca yang lebih kering.(*)

ReporterYashinta
spot_img

UPDATE

Play sound