Sabtu, 6 Juni 2026

Batam Dukung Bebas Visa untuk 8+1 Negara, Incar Wisatawan Korea dan Jepang

Berita Terkait

Sejumlah wisatawan mengunjungi kawasan Batamcenter untuk berfoto dengan landmark Welcome To Batam, Kamis (4/6). F.Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Usulan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) untuk memberikan fasilitas Bebas Visa Kunjungan (BVK) kepada delapan negara dan satu kelompok pemegang Permanent Resident (PR) Singapura mendapat sambutan positif dari Kota Batam.

‎Pemerintah menilai kebijakan tersebut berpotensi membuka kembali pasar wisatawan mancanegara yang sempat melemah pascapandemi Covid-19, sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai salah satu pintu masuk utama wisatawan asing ke Indonesia.

‎Negara yang diusulkan mendapatkan fasilitas bebas visa tersebut meliputi Jepang, Korea Selatan, Australia, Selandia Baru, India, Belarusia, Kazakhstan, Makau, serta perluasan bagi pemegang Permanent Resident (PR) Singapura.

‎Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan pihaknya mendukung penuh usulan tersebut karena dinilai dapat memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata daerah.

‎Menurut Ardi, sebelum pandemi Covid-19, Batam menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan dari Korea Selatan, Jepang, India dan China. Namun setelah pandemi, jumlah kunjungan dari sejumlah negara tersebut belum sepenuhnya pulih.

Baca Juga: Jika Bebas Visa 8+1 Negara Disahkan, ASITA Prediksi Wisman Bisa Naik 35 Persen

‎”Kami memang sejak lama berharap ada relaksasi aturan visa. Sebelum Covid-19, wisatawan dari Korea, Jepang, India dan China cukup besar datang ke Batam. Karena itu kami mendukung penuh usulan yang sedang diperjuangkan Kementerian Pariwisata,” kata Ardi, Jumat (5/6) sore.

‎Ia mengungkapkan Pemerintah Kota Batam melalui Wali Kota Batam Amsakar Achmad juga telah menyampaikan aspirasi tersebut kepada pemerintah pusat dan kementerian terkait.

‎Menurutnya, usulan relaksasi visa bukan hanya datang dari pemerintah daerah, tetapi juga telah lama diperjuangkan oleh pelaku industri pariwisata, asosiasi perjalanan wisata hingga pemerintah provinsi.

‎Saat ini, kata dia, proses pembahasan masih berlangsung di tingkat pemerintah pusat, khususnya yang berkaitan dengan kebijakan keimigrasian.

‎”Harapannya tentu kebijakan ini bisa segera terealisasi karena akan sangat membantu daerah-daerah wisata seperti Batam,” ujarnya.

‎Korea dan Jepang Dinilai Paling Potensial

Dari daftar negara yang diusulkan, Ardi menilai Korea Selatan dan Jepang menjadi pasar yang sangat potensial untuk Batam.

‎Ia bahkan mengaku pernah berdiskusi dengan pelaku industri perjalanan wisata dari Korea Selatan yang menyebut jumlah kunjungan wisatawan Korea ke Batam saat ini masih jauh di bawah masa sebelum pandemi.

Baca Juga: Dari Mega Legenda hingga Sungai Panas, Ini 5 Bakso Ikan Favorit di Batam

Menurutnya, saat ini kunjungan wisatawan Korea ke Batam diperkirakan berada di kisaran 100 ribu orang. Padahal sebelum berbagai pembatasan perjalanan diberlakukan, jumlah kunjungan dari negara tersebut pernah mencapai sekitar 500 ribu wisatawan.

‎”Korea salah satu pasar yang sangat potensial. Dulu jumlah kunjungannya sangat besar dan sekarang belum kembali seperti sebelumnya. Karena itu kalau ada kemudahan visa tentu peluangnya sangat besar,” katanya.

‎Selain Korea Selatan dan Jepang, India juga dinilai memiliki potensi besar mengingat jumlah penduduk yang besar dan semakin meningkatnya minat wisatawan India terhadap destinasi Asia Tenggara.

‎Infrastruktur Pariwisata Dinilai Siap

Ardi menilai Batam dalam kondisi siap apabila kebijakan bebas visa nantinya diterapkan dan berdampak pada peningkatan jumlah wisatawan mancanegara.

‎Menurutnya, berbagai fasilitas penunjang pariwisata telah tersedia, mulai dari pelabuhan internasional, bandara, hotel, restoran, pusat hiburan, hingga fasilitas kesehatan.

‎Selain itu, layanan pendukung seperti keimigrasian, bea cukai, karantina dan keamanan wisatawan juga telah berjalan.

‎”Kalau dari sisi kesiapan daerah, Batam sudah siap. Baik pelabuhan, bandara, imigrasi, hotel, restoran, rumah sakit hingga polisi pariwisata semuanya sudah tersedia untuk melayani wisatawan yang datang,” ujarnya.

‎Ia juga menilai pembangunan infrastruktur yang saat ini dilakukan pemerintah daerah, seperti pelebaran jalan dan peningkatan kualitas akses menuju destinasi wisata, akan semakin memperkuat daya saing Batam sebagai tujuan wisata internasional.

‎Menurut Ardi, kenyamanan wisatawan tidak hanya ditentukan oleh destinasi yang menarik, tetapi juga aksesibilitas dan kemudahan mobilitas selama berada di daerah tujuan.

‎Efek Ganda untuk Ekonomi Daerah

Bagi Batam dan Kepri, kebijakan bebas visa bukan hanya soal peningkatan jumlah wisatawan, tetapi juga berpotensi menggerakkan roda ekonomi daerah secara lebih luas.

‎Semakin banyak wisatawan yang datang, maka semakin besar pula perputaran uang yang terjadi di sektor hotel, restoran, transportasi, pusat perbelanjaan, hingga usaha mikro dan kecil.

‎Meski belum dapat menghitung secara pasti tambahan target kunjungan wisatawan yang bisa diraih apabila kebijakan tersebut diterapkan, Ardi optimistis dampaknya akan positif terhadap sektor pariwisata maupun ekonomi daerah.

‎Ia menambahkan, saat ini pemerintah daerah memilih menunggu keputusan final pemerintah pusat sembari terus memperkuat promosi destinasi wisata Batam kepada pasar internasional.

‎”Intinya kami mendukung penuh kebijakan yang bisa mempermudah wisatawan masuk ke Indonesia melalui Batam. Semakin mudah aksesnya, semakin besar peluang kunjungan wisatawan dan semakin besar pula dampaknya bagi ekonomi daerah,” kata Ardi. (*)

ReporterM. Sya'ban

UPDATE