
batampos – Penanganan kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan driver ojek online dan debt collector atau tukang tagih di kawasan Batuaji masih berlanjut. Penyidik Polsek Batuaji berencana memanggil kembali pelapor dan terlapor untuk memperdalam keterangan dalam perkara tersebut.
Kapolsek Batuaji AKP Bayu Rizki Subagyo mengatakan, pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk mengonfirmasi sejumlah keterangan serta mendalami fakta-fakta baru yang muncul setelah pemeriksaan awal.
“Kami berencana melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap pelapor maupun terlapor untuk mengonfirmasi kembali keterangan yang telah diberikan serta mendalami fakta-fakta yang berkembang selama proses penyelidikan,” ujarnya, Jumat (5/6).
Baca Juga: MV Golden Star 1 Bermuatan 107 Kontainer Tenggelam, KSOP Batam Selamatkan 9 Awak Kapal
Selain kedua pihak yang berselisih, polisi juga telah memeriksa empat saksi yang berada di lokasi kejadian saat keributan berlangsung. Dari hasil pemeriksaan sementara, baik pihak driver ojek online maupun debt collector sama-sama mengaku menjadi korban penganiayaan.
“Dari keterangan yang kami peroleh, kedua belah pihak mengaku mengalami tindakan penganiayaan, terutama luka atau benturan di bagian wajah. Karena itu seluruh keterangan dan alat bukti masih kami dalami untuk mengetahui secara utuh rangkaian peristiwanya,” katanya.
Peristiwa tersebut bermula saat debt collector melakukan penarikan sepeda motor milik seorang driver ojek online di kawasan Planet Futsal, Batuaji. Kendaraan tersebut diketahui menunggak cicilan selama lima bulan.
Situasi kemudian memanas ketika sejumlah rekan driver ojek online mendatangi lokasi. Ketegangan antara kedua kelompok tidak dapat dihindari hingga berujung pada keributan dan dugaan aksi saling penganiayaan.
Baca Juga: Gunakan Nama Samaran, Pemesan Ganja Ditangkap di Batuaji
Menurut Bayu, pihak kepolisian sebenarnya telah berupaya melakukan mediasi untuk meredam situasi di lokasi kejadian. Namun, emosi kedua belah pihak saat itu terus terpancing sehingga bentrokan tidak dapat dicegah.
“Petugas sempat berupaya menenangkan dan memediasi kedua belah pihak. Namun situasi saat itu cukup tegang sehingga terjadi keributan. Meski demikian, proses hukum tetap berjalan dan kami akan menangani perkara ini secara profesional berdasarkan fakta yang ditemukan,” tegasnya.
Sebelumnya, keributan antara Komunitas Andalan Driver Online (Komando) dan sejumlah debt collector pecah di kawasan Batuaji pada Minggu (17/5) malam. Insiden tersebut sempat menjadi perhatian masyarakat karena melibatkan massa dari kedua kelompok dan membuat situasi di sekitar lokasi memanas. (*)

