Jumat, 12 Juni 2026

Pipa Air Bersih Bocor, Suplai ke Taman Baloi hingga Sukajadi Batam Dihentikan Sementara

Berita Terkait

Tim teknis PT Air Batam Hilir melakukan perbaikan darurat pipa transmisi air bersih berdiameter 800 mm di jalur Simpang Plamo menuju Kepri Mall, Kamis (11/6). Kebocoran akibat pergeseran tanah pascahujan menyebabkan suplai air ke sejumlah wilayah di Batam dihentikan sementara.

batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama PT Air Batam Hilir (ABH) melakukan perbaikan darurat terhadap pipa transmisi air bersih berdiameter 800 milimeter (mm) di jalur Simpang Plamo menuju Kepri Mall, Kamis (11/6/2026).

Perbaikan dilakukan setelah terjadi kebocoran pada pipa transmisi utama yang diduga dipicu oleh pergeseran tanah akibat hujan deras yang mengguyur Kota Batam dalam beberapa hari terakhir.

Akibat pekerjaan tersebut, suplai air bersih ke sejumlah wilayah di Kota Batam terpaksa dihentikan sementara hingga proses perbaikan selesai dilakukan.

Berdasarkan informasi dari tim teknis Air Batam Hilir, kebocoran kembali terjadi di titik yang sama dengan lokasi perbaikan sebelumnya. Kondisi tanah yang labil pascahujan diduga menjadi penyebab pipa kembali bergeser sehingga memicu kebocoran.

Wilayah yang terdampak penghentian sementara distribusi air bersih meliputi

  • Kelurahan Taman Baloi
  • Kelurahan Teluk Tering
  • Kelurahan Sukajadi, serta kawasan di sekitarnya.

Anggota Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan seluruh sumber daya teknis telah dikerahkan untuk mempercepat proses penanganan di lapangan.

Namun, pekerjaan sempat mengalami kendala karena hujan deras yang turun saat proses dewatering atau pengurasan air berlangsung. Faktor keselamatan pekerja menjadi pertimbangan utama mengingat kondisi lokasi yang berlumpur dan berisiko.

“Waktu pengerjaan mengalami keterlambatan karena faktor keselamatan tim teknis di area lumpur. Namun kami akan berusaha semaksimal mungkin agar pekerjaan selesai pada pukul 16.00 WIB dan air kembali mengalir sekitar dua jam setelahnya,” ujar Ariastuty, yang akrab disapa Tuty.

Ia menjelaskan, setelah proses dewatering selesai, pekerjaan akan dilanjutkan dengan penggalian lumpur, pengangkatan pipa yang rusak, pemasangan pipa baru, pemasangan baut dan pengelasan, pemasangan penyangga pipa (support pipe), hingga tahap pemulihan suplai air ke pelanggan.

BP Batam dan Air Batam Hilir juga mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk segera menampung air sebagai cadangan selama proses perbaikan berlangsung.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kami juga mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk menyiapkan dan menampung cadangan air secukupnya,” katanya.

Menurut Tuty, BP Batam akan terus menyampaikan perkembangan pekerjaan secara berkala kepada masyarakat sebagai bentuk transparansi layanan.

Ia menegaskan, dukungan dan pengertian masyarakat sangat dibutuhkan agar proses perbaikan dapat berjalan lancar dan keandalan jaringan distribusi air bersih di Kota Batam tetap terjaga dalam jangka panjang.

“Dukungan dan pengertian dari masyarakat selama proses perbaikan ini sangat berarti demi menjaga keandalan jaringan air bersih di Kota Batam dalam jangka panjang,” tutupnya. (*)

 

UPDATE