
batampos – Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi, perekonomian Kepulauan Riau (Kepri) tetap menunjukkan performa impresif. Pada triwulan I 2026, ekonomi Kepri tumbuh 7,04 persen secara tahunan (year on year/yoy), tertinggi di Sumatra dan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di level 5,61 persen.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepri, Rony Widijarto, mengatakan capaian tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi daerah masih bergerak kuat meski menghadapi berbagai tantangan eksternal, mulai dari perlambatan ekonomi dunia hingga dinamika perdagangan internasional.
“Pertumbuhan ekonomi Kepri ditopang oleh sektor industri pengolahan, pertambangan dan penggalian, perdagangan besar dan eceran, serta konstruksi yang masih menjadi tulang punggung perekonomian daerah,” kata Rony dalam kegiatan Bincang Bareng Media (BBM).
Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi didorong oleh konsumsi pemerintah, investasi, konsumsi rumah tangga, serta ekspor netto yang tetap terjaga.
Batam masih menjadi motor utama perekonomian Kepri dengan kontribusi mencapai 66,44 persen terhadap total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) provinsi. Pada 2025 lalu, ekonomi Batam tumbuh 6,76 persen dan menjadi kontributor terbesar pertumbuhan daerah.
Selain pertumbuhan ekonomi yang tinggi, sektor keuangan Kepri juga menunjukkan kondisi yang sehat. Hingga April 2026, penyaluran kredit perbankan mencapai Rp105,42 triliun atau tumbuh 23,86 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
BACA SELENGKAPNYA di harian.batampos.co.id

