
batampos – Upaya mempertemukan lulusan sekolah dengan dunia kerja terus diperkuat Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam. Melalui optimalisasi Bursa Kerja Khusus (BKK) di sekolah menengah kejuruan (SMK) dan perguruan tinggi, Disnaker berupaya memperluas peluang kerja sekaligus mempercepat penyerapan tenaga kerja lokal.
Kepala Disnaker Kota Batam, Yudi Suprapto, mengatakan jumlah BKK aktif di Batam terus bertambah. Hingga 2026, terdapat 39 BKK yang aktif, terdiri dari 37 BKK di SMK dan dua BKK di perguruan tinggi, yakni Universitas Internasional Batam (UIB) dan Politeknik Batam. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2025 yang hanya sebanyak 35 BKK.
Menurut Yudi, peningkatan jumlah BKK menjadi langkah strategis untuk memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri yang terus berkembang di Batam.
“Komunikasi dengan seluruh BKK berjalan efektif, termasuk dalam pelaporan penempatan tenaga kerja yang dilakukan masing-masing satuan pendidikan,” ujarnya.
Sejumlah SMK yang memiliki BKK aktif di antaranya SMKN 3 Batam, SMKN 7 Batam, SMKS Maitreyawira, SMKS Satu Bangsa Harmoni, dan SMKS Advent Batam.
Tidak hanya menjadi pusat informasi lowongan kerja, BKK juga menjalankan program job matching, yakni mencocokkan kompetensi, keterampilan, serta pengalaman lulusan dengan kebutuhan perusahaan agar proses rekrutmen lebih tepat sasaran.
Selain itu, BKK melakukan pemetaan terhadap lulusan untuk mengetahui profil pendidikan, kesesuaian kompetensi dengan kebutuhan industri, hingga masa tunggu lulusan sebelum memperoleh pekerjaan atau melanjutkan pendidikan.
“Awal Agustus 2026 kami akan menggelar rapat kerja bersama seluruh BKK untuk mengevaluasi kinerja semester pertama. Saat ini data penempatan tenaga kerja masih dalam proses rekapitulasi,” katanya.
Untuk mempercepat penyebaran informasi, Disnaker Batam juga aktif membagikan lowongan pekerjaan dari berbagai perusahaan melalui grup WhatsApp Forum BKK se-Kota Batam.
“Setiap ada lowongan dari perusahaan maupun kegiatan terkait BKK selalu kami bagikan melalui Forum BKK,” ujar Yudi.
Di samping itu, Disnaker memanfaatkan media sosial sebagai sarana penyebaran informasi ketenagakerjaan kepada masyarakat luas.
“Hampir setiap hari informasi lowongan kerja kami unggah melalui media sosial Disnaker, seperti Instagram dan TikTok, agar masyarakat lebih mudah mengakses peluang kerja,” tutupnya.(*)

