Rabu, 8 Juli 2026

Pasar Murah Bersubsidi Kini Pakai Barcode Lewat Aplikasi Si Tebus Murah

Berita Terkait

Pasar Murah Bersubsidi Kota Batam TA 2026 di Kelurahan Tembesi, Selasa (7/7). f. Rengga/ Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus berinovasi dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat. Tahun ini, pelaksanaan Pasar Murah Bersubsidi tidak lagi menggunakan kupon manual, melainkan beralih ke sistem digital melalui aplikasi Si Tebus Murah guna memastikan bantuan tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.

Program yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam tersebut merupakan bagian dari Program Strategis Wali Kota Batam Nomor 12 tentang pemenuhan kebutuhan pasokan bahan pokok masyarakat.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Disperindag Kota Batam, Suhar, mengatakan program ini juga menjadi bagian dari kebijakan fiskal Pemerintah Kota Batam untuk menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah yang paling rentan terdampak kenaikan harga kebutuhan pokok.

Pada Tahun Anggaran 2026, Pemerintah Kota Batam mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,5 miliar untuk menyediakan 25.000 paket sembako bersubsidi yang akan disalurkan secara bertahap di 9 kecamatan dan 43 kelurahan mulai 6 hingga 14 Juli 2026.

“Tahun ini memang tersedia 25.000 paket. Jumlahnya lebih sedikit dibanding tahun lalu yang mencapai 52.500 paket. Namun kami berharap pada APBD Perubahan nanti bisa ada penambahan kuota,” ujar Suhar, Selasa (7/7).

Setiap paket sembako memiliki nilai sekitar Rp200 ribu, namun masyarakat hanya perlu membayar Rp100 ribu karena separuh harga disubsidi Pemerintah Kota Batam.

Paket tersebut berisi 10 kilogram beras, satu kilogram gula pasir, dan dua kilogram tepung terigu. Setiap Kartu Keluarga (KK) hanya berhak memperoleh satu paket.

Suhar menjelaskan, inovasi terbesar pada penyelenggaraan tahun ini adalah penggunaan aplikasi Si Tebus Murah. Seluruh penerima manfaat didata secara digital berdasarkan usulan RT/RW yang paling mengetahui kondisi ekonomi warganya.

Data tersebut kemudian diverifikasi dan disahkan melalui Musyawarah Kelurahan sebelum diinput ke dalam sistem.

“Kalau dulu masyarakat datang membawa kupon manual, sekarang cukup membawa barcode. Barcode itu bisa dicetak ataupun ditunjukkan melalui handphone. Sistem ini dibuat agar tidak terjadi duplikasi penerima, penyalurannya lebih merata, sekaligus meningkatkan akuntabilitas,” katanya.

Saat pengambilan paket, warga cukup membawa KTP asli dan barcode yang telah diterbitkan melalui aplikasi. Petugas kemudian memindai barcode, menerima pembayaran Rp100 ribu, lalu mendokumentasikan penerima bersama KTP dan paket sembako sebagai bukti bahwa bantuan diterima oleh warga yang berhak.

“Akuntabilitasnya jauh lebih baik karena yang menerima difoto bersama KTP dan paket sembako. Jadi benar-benar sesuai dengan data yang sudah terdaftar di sistem,” jelasnya.

Untuk mengurangi antrean panjang, penyaluran dilakukan di masing-masing kelurahan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Khusus di Kecamatan Sagulung, sebanyak 4.000 paket disalurkan dengan rincian 750 paket untuk Kelurahan Tembesi, sedangkan Kelurahan Sei Lekop, Sei Pelunggut, Sei Langkai, Sagulung Kota, dan Sei Binti masing-masing memperoleh 650 paket.

Suhar menegaskan, penerapan sistem digital tersebut merupakan arahan Wali Kota Batam dan Wakil Wali Kota Batam agar bantuan subsidi benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan.

“Ini sejalan dengan arahan Bapak Wali Kota dan Ibu Wakil Wali Kota karena merupakan Program Strategis Nomor 12. Bantuan ini diberikan untuk menjaga daya beli masyarakat melalui subsidi bahan pokok. Karena kuotanya terbatas, maka diprioritaskan bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan dan terdampak kenaikan harga,” ujarnya.

Ia berharap program pasar murah bersubsidi dapat membantu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di Kota Batam.

UPDATE