Sabtu, 11 Juli 2026

Penanganan Kasus Penganiayaan Anak Kembar di Sekupang Lamban, Polisi Diminta Bergerak Cepat

Berita Terkait

Ilustrasi penganiayaan anak. (Radar)

batampos – Kasus penganiayaan yang dilakukan pegawai Imigrasi terhadap anak kembar dan ayahnya resmi dilaporkan ke Mapolsek Sekupang. Laporan tersebut dilayangkan pada 21 Juni 2026 dengan nomor LP/B/94/VI/2026/SPKT/POLSEK SEKUPANG/POLRESTA BARELANG.

Ironisnya, laporan yang masuk tersebut tidak diketahui pihak yang menangani. Padahal, laporan tersebut sudah masuk hampir tiga pekan.

“Gak tau saya. Lagi diluar kota,” ujar Kanit Reskrim Polsek Sekupang, Iptu Bobby Ramadhana Fauzi saat dikonfirmasi, Jumat (10/7).

Baca Juga: Imigrasi Batam Bakal Perluas Desa Binaan, Libatkan Warga Cegah Perdagangan Orang

Sementara kuasa hukum korban, Erry Syahrial menilai penanganan laporan yang telah dibuat tersebut berjalan lambat. Ia meminta penyidik memberikan perhatian khusus karena perkara tersebut melibatkan anak sebagai korban.

“Kami mendesak polisi memprioritaskan penanganan kasus ini. Korban adalah anak sehingga semestinya mendapat perlindungan dan penanganan yang cepat,” ujarnya.

Diketahui, dua pelajar sekolah menengah pertama (SMP) berinisial GO (13) dan GT (13) diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan seorang pegawai Imigrasi berinisial SBW di kawasan fasilitas umum (fasum) Perumahan Tiban Indah, Sekupang. Dalam peristiwa itu, ayah kedua korban, CS (42), juga mengaku menjadi korban penganiayaan.

insiden bermula saat kedua anak tersebut bermain bersama teman-temannya di area fasilitas umum perumahan. Aktivitas mereka diduga menimbulkan kebisingan hingga memicu kedatangan terlapor.

Baca Juga: Diduga Aniaya Anak Kembar dan Ayahnya, Pegawai Imigrasi Dipolisikan

“Klien kami yang masih berusia 13 tahun diduga ditampar dan dicekik. Padahal mereka hanya bermain di fasilitas umum bersama teman-temannya,” katanya.

Ia meminta aparat penegak hukum untuk serius menangani perkara ini. Mengingat perbuatannya sudah berulang dan mersahkan anak-anak sekitar

“Sudah berulang dan informasinya terduga pelaku ini tempramen terhadap anak-anak,” tutupnya. (*)

UPDATE

Play sound