Kamis, 23 Juli 2026

Batam Jadi Tuan Rumah FIBA 3×3 2026, Hadirkan Tim Basket Terbaik Dunia dari 21 Negara

Berita Terkait

Ketua Badan 3×3 Perbasi Pusat, Nani Soer Budimansyah, bersama Ketua Persatuan Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kepri Suhadi Ketua Perbasi Batam Jumico meninjau persiapan untuk pertandingan basket internasional FIBA 3×3 Women’s Series dan FIBA 3×3 Challenger Putra yang akan digelar di Alun-alun Engku Putri Batamcenter, Selasa (21/7). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Kota Batam mencatat sejarah baru dengan menjadi tuan rumah FIBA 3×3 Women’s Series dan FIBA 3×3 Challenger Putra 2026, dua turnamen basket 3×3 bergengsi yang masuk dalam kalender resmi Federasi Bola Basket Internasional (FIBA). Kompetisi berlangsung di Alun-alun Engku Putri pada 23–26 Juli 2026.

Ajang ini menjadi kali pertama Batam dipercaya menggelar kompetisi basket 3×3 level dunia. Selain memperebutkan gelar juara, para peserta juga berburu poin peringkat dunia dan tiket menuju seri berikutnya dalam rangkaian FIBA 3×3 World Tour, kompetisi tertinggi basket 3×3 internasional.

Ketua Badan 3×3 Perbasi Pusat, Nani Soer Budimansyah, mengatakan Batam kini menjadi salah satu bagian penting dalam kalender kompetisi internasional FIBA.

Menurutnya, kualitas peserta yang hadir menunjukkan bahwa turnamen di Batam merupakan salah satu ajang basket 3×3 dengan level persaingan tertinggi.

“Nomor satu dan nomor dua dunia ada di sini. Jadi ini benar-benar ajang internasional,” kata Nani, Selasa (21/7).

Tim Peringkat Dunia Ramaikan Women’s Series

Pada kategori Women’s Series yang digelar pada 23–24 Juli, publik akan menyaksikan duel tim-tim elite dunia.

Tim peringkat pertama dunia asal Ulaanbaatar, Mongolia, akan menghadapi tim peringkat kedua dunia dari Prancis. Selain itu, Tim Nasional Putri Indonesia juga akan bersaing bersama tim dari Belanda, Latvia, Thailand, Jepang, Rumania, Slovenia, Mesir, Vietnam, dan Filipina.

Serbia dan Miami Berebut Gelar Challenger Putra

Persaingan sengit juga dipastikan tersaji pada kategori FIBA 3×3 Challenger Putra yang berlangsung 25–26 Juli.

Tim peringkat pertama dunia asal Serbia, yang juga merupakan peraih medali emas Olimpiade, akan menghadapi tim peringkat kedua dunia dari Miami, Amerika Serikat.

Indonesia menurunkan tiga wakil, yakni Waisai, Ambon, dan Balige, yang akan bersaing memperebutkan tiket menuju seri lanjutan FIBA 3×3 World Tour.

Secara keseluruhan, turnamen ini diikuti 32 tim dari 21 negara. Sebagian besar peserta telah tiba di Batam untuk menjalani latihan resmi sebelum mengikuti technical meeting di Harris Hotel Batam Center.

Arena Siap 95 Persen

Ketua Perbasi Kepulauan Riau yang juga Ketua Panitia Pelaksana, Suhadi, mengatakan kesiapan arena pertandingan telah mencapai sekitar 95 persen.

Sejak Selasa (21/7), lapangan berstandar internasional FIBA 3×3 di Alun-alun Engku Putri sudah digunakan para peserta untuk latihan resmi.

Pertandingan hari pertama dijadwalkan dimulai pukul 11.30 WIB hingga malam hari.

Panitia menyediakan sekitar 800 kursi penonton, termasuk 200 kursi VIP.

Tiket dijual secara bertahap dengan harga mulai dari:

  • Rp30 ribu untuk sesi awal.
  • Rp50 ribu untuk sesi berikutnya.
  • Rp75 ribu hingga Rp100 ribu untuk babak final.

Sementara itu, hadiah uang bagi para juara sepenuhnya disiapkan oleh FIBA dengan total nilai sekitar USD20 ribu, di samping poin peringkat dunia yang menjadi incaran para peserta.

Dorong Batam Jadi Destinasi Sport Tourism

Suhadi berharap penyelenggaraan FIBA 3×3 menjadi momentum bagi Batam dan Kepulauan Riau untuk memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism di Indonesia.

Keberhasilan menjadi tuan rumah ajang internasional ini diharapkan membuka peluang hadirnya lebih banyak kejuaraan olahraga dunia di Batam, sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan dan memperkenalkan daerah ini sebagai destinasi penyelenggara event internasional.

Penyelenggaraan FIBA 3×3 Batam 2026 mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas Pemuda dan Olahraga, Pemerintah Kota Batam, Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, serta Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). (*)

UPDATE