Kamis, 23 April 2026

Akses Kurban Dipermudah, BAZNAS Batam Sasar Mustahik Hinterland

Berita Terkait

Ketua BAZNAS Kota Batam, Habib Soleh.

batampos – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, BAZNAS Kota Batam kembali membuka program “Berkah Kurban” untuk memperluas akses masyarakat dalam menunaikan ibadah kurban sekaligus memperkuat distribusi pangan bergizi di wilayah hinterland.

Ketua BAZNAS Kota Batam, Habib Soleh, mengatakan program ini dirancang untuk memudahkan para pekurban, baik dari dalam negeri maupun luar negeri menyalurkan hewan kurban secara lebih praktis dan terarah.

“Kami ingin ibadah kurban bisa dipersiapkan lebih awal, sekaligus memastikan manfaatnya menjangkau masyarakat di pelosok Batam yang masih terbatas akses pangannya,” ujar Soleh, Rabu (22/4).

Menurut dia, masih banyak kelompok mustahik di wilayah hinterland yang belum merasakan kecukupan gizi, termasuk konsumsi daging yang sangat rendah. Di beberapa daerah, konsumsi daging bahkan hanya berkisar 0,6 kilogram per tahun. Kondisi ini menjadi dasar BAZNAS memperluas jangkauan program kurban tahun ini.

Program “Berkah Kurban” menawarkan beberapa skema partisipasi. Untuk kurban sapi, tersedia paket 1/7 bagian seharga Rp3,5 juta, sedangkan kambing dipatok Rp2,5 juta per ekor. Bagi pekurban dari luar negeri, tersedia opsi domba atau kambing dengan harga 200 dolar Singapura dan 600 ringgit Malaysia.

Selain itu, BAZNAS juga membuka program “Sedekah Daging Peduli Hinterland” mulai dari Rp50 ribu.

Wakil Ketua I BAZNAS Kota Batam, Masrum, memastikan seluruh skema tersebut telah memenuhi ketentuan syariat serta standar kesehatan hewan. Ia menilai variasi pilihan harga diharapkan dapat memperluas partisipasi masyarakat. “Kami ingin ibadah kurban tetap terjangkau tanpa mengurangi aspek syariat dan kualitas,” katanya.

Dalam penyalurannya, BAZNAS mengadopsi pendekatan berbeda. Daging kurban tidak hanya dibagikan dalam bentuk segar, tetapi juga diolah menjadi rendang dalam kemasan kaleng agar lebih tahan lama dan mudah didistribusikan ke wilayah terpencil. “Pengemasan ini memungkinkan daging diterima dalam kondisi siap saji oleh mustahik, terutama di daerah yang akses logistiknya terbatas,” ujar Masrum.

Ia menambahkan, seluruh proses—mulai dari pemilihan hewan, penyembelihan, hingga distribusi—dikelola secara transparan dan akuntabel. Penyaluran pun difokuskan ke wilayah hinterland untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

Melalui program ini, BAZNAS berharap partisipasi masyarakat semakin luas dan ibadah kurban tidak hanya menjadi ritual tahunan, tetapi juga memberi dampak sosial yang lebih signifikan bagi kelompok rentan di Batam. (adv)

ReporterAziz Maulana

UPDATE