
batampos – Anggota Polda Kepri Ipda Supriadi meninggal dunia secara mendadak pada hari Kamis, 16 April 2026, pukul 00:30 WIB di Rumah Sakit Pusat pertamina Jakarta Selatan. Ipda Supriadi yang dikenal dengan panggilan Joker sebelumnya ditemukan tergeletak di dalam kamar hotel.
Informasi meninggalnya Ipda Supriadi pertama kali disampaikan melalui postingan resmi akun Instagram Humas Polda Kepri pada Kamis pagi.
Meninggalnya Ipda Supriadi diketahui saat Bripda Adi yang baru pulang dari luar dan hendak masuk ke kamar memanggil Joker, namun tidak ada jawaban. Bripda Adi kemudian memanggil resepsionis untuk membantu membuka pintu. Pada saat pintu dibuka Ipda Supriadi sudah tergeletak di dalam kasur.
Baca Juga: Ansar Dukung PP Tunas, Anak di Bawah 16 Tahun Perlu Dijauhkan dari Sisi Gelap Medsos
Ipda Supriadi kemudian segera dibawa ke RSPP dan pihak dokter rumah sakit menyatakan telah meninggal dunia. Melalui media sosial Bid Humas Polda Kepri, menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya.
“Inna lillahi wa inna ilayhi rajiun. Turut berduka cita atas wafatnya Ipda Supriadi SH,” demikian bunyi unggahan tersebut.
Ipda Supriadi pernah bertugas di Polresta Barelang selama puluhan tahun sebelum pindah ke Bid Humas Polda Kepri. Joker yang dikenal sebagai polisi nyentrik di Kota Batam memang terkenal di masyarakat dan tempat dia bekerja. Melalui medsosnya Joker aktif merespon para netizen.
Polisi yang banyak dikenal kalangan anak muda, khususnya Slankers (penggemar grup band Slank) di Kota Batam, ini aktif di medsos. Dengan akun bernama Joker Supriadi ia mempunyai 8 ribu follower di Instagram, 10 ribu di Facebook, dan 63 ribu di Tiktok. (*)



