Selasa, 28 April 2026

Angka Kasus Meroket, Rudi Minta Masyarakat Tidak Paksa Pemerintah Tutup Semua Kegiatan

Berita Terkait

Salah seorang siswa SD di Kota Batam sedang mengecek suhu tubuhnya sebelum masuk ke sekolahnya. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Angka kasus Covid-19 di Batam terus meroket. Setiap hari hampir seratus orang dinyatakan terpapar virus yang sudah dua tahun lebih ini mewabah. Pemerintah masih melakukan pengetatan penuh, dan meminta masyarakat untuk patuhi Protkes.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi meminta masyarakat untuk tidak memaksa pemerintah untuk menutup seluruh akses, karena rendahnya tingkat kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Sejauh ini sudah angka kasus sudah mencapai 504 orang. Gelombang ketiga ini diharapkan jangan sampai melebih pendahulunya.

“Jangan paksa kami bapak ibu. Sebagai kepada daerah saya akan ikuti arahan pusat jika ada kebijakan pengetatan lagi di Batam. Kalau bisa patuh angka kasus turun, dan kegiatan bapak ibu tidak terganggu,” kata dia usai menghadiri Pengukuhan KBBK di Golden Prawn, Minggu (13/2).

Rudi menjelaskan penertiban pelanggar Protkes sudah kembali digerakkan. Kendati demikian sejujurnya, pemerintah lebih menyenangi pendekatan yang persuasif. Edukasi untuk meningkatkan kembali kepatuhan terhadap Protkes.

Berbagai aktivitas masih diperbolehkan saat ini. Untuk itu, agar kegiatan tidak terganggu pihaknya memohon agar masyarakat patuh. Sekarang ini pemerintah tengah berupaya meningkatkan perekonomian, dan mengembalikan keadaan seperti dulu.

“Kalau bapak ibu tidak mendukung, maka ini tidak akan berjalan. Ayok edukasi keluarga, teman semua. Virus ini hanya memiliki inkubasi selama lima hari. Ayo kita tahan diri dan nanti pemerintah untuk mengendalikan kasus,” ujarnya.

Mengenai upaya dalam menekan penyebaran, Rudi mengungkapkan untuk kegiatan masyarakat masih diperbolehkan, namun tetap dalam pengawasan penegakkan Protkes. Sejauh ini pihaknya masih menunggu arahan dari pusat terkait kebijakan terbaru dalam menindaklanjuti peningkatan kasus ini

Rudi menyebutkan sebentar lagi, umat muslim akan menyambut datangnya bulan Ramadan. Ada kerinduan agar pelaksanaan ibadah bisa digelar seperti dulu lagi. Untuk itu sebelum memasuki awal April, diharapkan kasus ini sudah tuntas.

“Siapa yang tidak merindukan suasana bisa beribadah bersama-sama tanpa adanya kekhawatiran. Untuk itu, kalau penyebaran ini tidak dikendalikan, maka akan sulit rasanya kita bisa bersuka cita menyambut bulan puasa. Seperti selalu dihantui Covid-19,” beber Rudi. (*)

Reporter : YULITAVIA

UPDATE