Senin, 23 Februari 2026

Angkutan Batam-Kuala Tungkal Belum Normal, ASDP Siapkan Pelayaran Sisipan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Pelabuhan ASDP Telagapunggur. Foto. Aziz Maulana/ Batam Pos.

batampos– Layanan penyeberangan Pelabuhan Punggur, Batam–Kuala Tungkal, Jambi, belum kembali normal akibat KMP Sembilang masih menjalani docking atau perawatan rutin tahunan. PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Batam memastikan pelayanan ke Kuala Tungkal baru akan kembali dibuka secara bertahap pada awal Maret, sambil menunggu rampungnya perawatan kapal dan terbitnya izin lintasan untuk kapal perbantuan.

Departemen Head Bisnis dan Pelayanan ASDP Batam, Fajar Silaban, menjelaskan docking KMP Sembilang seharusnya selesai sekitar akhir Februari. Namun, adanya tambahan pekerjaan teknis membuat operasional kapal molor hingga awal Maret.

“Docking normalnya 22 hari sejak masuk 6 Februari. Karena ada penambahan pekerjaan teknis, penyelesaiannya bergeser. Kalau semua lancar, awal Maret kapal sudah bisa keluar docking,” ujarnya.

Selama KMP Sembilang belum beroperasi, ASDP menyiapkan skema pelayaran sisipan menggunakan KMP Senangin. Rencananya, satu kali pelayaran langsung Punggur–Kuala Tungkal akan dibuka pada 26 Februari. Namun, pelaksanaan rute langsung masih menunggu izin lintasan antarprovinsi dari pemerintah pusat.

“Kuala Tungkal itu Jambi, lintasan antarprovinsi. Kami sudah ajukan izin cukup lama ke pusat, tapi sampai kemarin belum keluar. Kami tidak berani berspekulasi soal perizinan, tapi upaya pelayanan tetap kami dorong,” kata Fajar.

Ia mengakui sempat terjadi keluhan penumpang yang transit di Dabo Singkep karena kapal perbantuan belum mengantongi izin lintasan ke Kuala Tungkal. Saat itu, sekitar 116 penumpang tertahan. ASDP kemudian melakukan konsolidasi dengan pemilik kapal serta pemerintah daerah setempat, termasuk otoritas pelabuhan, untuk memastikan pelayanan tidak terhenti.

“Kami sepakat atas dasar pelayanan masyarakat. Akhirnya penumpang tetap kami layani ke Kuala Tungkal pada malam harinya. Prinsipnya, jangan sampai pengguna jasa dirugikan,” ujarnya.

Fajar menambahkan, ASDP terus berkoordinasi dengan BPTD, Dinas Perhubungan, KUPP setempat, hingga kantor pusat agar izin lintasan KMP Senangin segera terbit. Selama izin belum keluar, skema pelayanan masih bersifat terbatas dan situasional, dengan mempertimbangkan aspek keselamatan pelayaran.

Selain KMP Sembilang, ASDP Batam juga melakukan docking terhadap KMP Lome yang melayani rute Batam–Mengkapan–Buton. Kedua kapal tersebut dirawat bersamaan agar armada siap menghadapi arus mudik. Selama masa docking, ASDP menutup penjualan tiket lintasan terdampak karena keterbatasan armada.

Terkait penjualan tiket, Fajar mengatakan pemesanan belum dibuka jauh hari karena jumlah kapal yang beroperasi masih terbatas. ASDP baru membuka kuota untuk dua trip terdekat agar tidak terjadi penumpukan penumpang jika terjadi kendala teknis.

“Kami butuh kepastian armada. Kalau nanti KMP Sembilang dan KMP Lome sudah clear keluar docking dan izin lintasan perbantuan terbit, kuota akan kami buka lebih luas. Rencananya, informasi resmi akan kami sampaikan ke publik pada awal Maret,” katanya.(*)

ReporterYashinta

SALAM RAMADAN