Sabtu, 9 Mei 2026

Batam Jadi Tuan Rumah World Congress for Medical Law

Berita Terkait

batampos – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengaku siap menyukseskan kongres yang membahas isu hukum kesehatan (World Congress for Medical Law) ke-28 yang akan digelar di Kota Batam Juli mendatang.

Kongres ini merupakan ajang pertemuan para ahli yang bergerak pada bidang hukum kesehatan yang berasal dari berbagai negara.

“Akan ada lebih dari 60 perwakilan negara yang akan hadir di kongres ini. Ini menarik karena masalah hukum di bidang kesehatan cukup beragam,” ujar Rudi, Jumat (3/5).

Pemerintah Indonesia, khususnya Batam yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, menurut Rudi, harus tanggap juga terhadap berbagai informasi di bidang hukum kesehatan ini. Apalagi Batam merancang Sekupang menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan.

Selain itu, Batam juga sedang giat-giatnya mendorong kemajuan sektor pariwisata lewat program MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition/Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran), baik skala nasional maupun internasional.

“Jadi, dipilihnya Batam sebagai tuan rumah merupakan suatu kehormatan. Momen ini bisa mendorong hunian hotel meningkat dan Batam siap karena memiliki fasilitas yang layak untuk mendukung penyelenggaraan event internasional ini,” ujar Rudi.

Posisi Batam yang masuk tiga besar kota tujuan bagi wisman, membuat penyelenggaraan event international atau kaliber dunia di Batam akan sama kualitasnya dengan pelaksanaan di Jakarta atau di Bali. Bahkan bisa jadi lebih baik karena fasilitas di Batam tak kalah dari Jakarta dan Bali.

“Banyak event nasional dan internasional yang digelar di Batam, ini menggeliatkan MICE Batam dan tentu akan berdampak pada ekonomi Batam,” ujarnya.

Untuk itu, Rudi meminta agar lokasi wisata dan berbagai fasilitas kota yang lain menerima para tamu-tamu ini dengan keramahtamahan tinggi khas Melayu. Ia juga berharap bersama Universitas International Batam (UIB), panitia lokal dapat menjadi tuan rumah yang baik bagi tamu-tamu lebih dari 60 negara di event ini.

Ketua Panitia, Dr Bahtiar Husain didampingi Dr Ibrahim mengungkapkan, dalam World Congress ini, akan didiskusikan 120 paper dalam 30 sesi symposia.

“Kita harus menjadi tuan rumah yang baik untuk tamu-tamu terhormat ini”, ujarnya.

Selain itu, Bahtiar juga melihat isu kesehatan harus menjadi fokus bagi Batam. Karena Batam sudah mempersiapkan kawasan ekonomi khusus (KEK) Kesehatan. Rumah sakit RSBP sebagai KEK Kesehatan diharapkan menjadi destinasi berobat bagi warga lokal, bahkan luar nantinya.

“Setiap tahun banyak WNI yang berobat ke luar negeri. Jadi KEK Kesehatan ini diharapkan bisa mengambil peluang. Tentu harus didukung peralatan, dan tenaga kesehatan juga. Satu hal yang paling penting mereka tanggap soal isu kesehatan, dan bidang hukum kesehatan,” bebernya. (*)

 

 

Reporter : YULITAVIA

UPDATE