Kamis, 23 April 2026

Batam Kembali Dipadati PMI, Lokasi Karantina Diperketat

Berita Terkait

Rusunawa tempat para PMI dikarantina di Batam. ( F Dalil Harahap/Batam Pos)

batampos.co.id – Batam kembali menerima 706 Pekerja Migran Indonesia (PMI). Lokasi karantina untuk mereka pun diperketat untuk meminimalisir penularan Covid-19.

Penyebaran Covid-19 yang terus melandai tetap menjadi pusat perhatian gugus tugas penanganan Covid-19 di kota Batam. Tim gabungan ini tetap memaksimalkan pengawasan agar pandemi yang menggemparkan dunia ini tidak kembali mewabah. Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang kembali ke tanah air salah satu yang menjadi fokus perhatian gugus tugas di kota Batam.

BACA JUGA:
638 PMI Dikarantina di Batam, 5 Orang Positif Covid-19

PMI yang kembali melalui Batam harus menjalani karantina selama delapan hingga 14 hari dan harus melalui dua kali pemeriksaan swab. Lokasi karantina ada di rusunawa Badan Pengusahaan (BP) dan Pemko Batam di Tanjunguncang.

Ada tiga rusunawa yang menampung para PMI dan selalu penuh. Terakhir jumlah PMI yang dikarantina sebanyak 706 orang. Ini adalah PMI yang kembali ke tanah air dari Malaysian dan Singapura sepanjang pekan ini. Pekan-pekan sebelumnya juga demikian. Jumlahnya tak jauh beda kisaran 500 hingga 700 san orang.

PMI yang dinyatakan sehat atau bebas dari paparan Covid-19 baru diperkenankan kembali ke daerah asal masing-masing. Namun jika positif maka harus dirawat hingga sembuh di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Galang. Jumlah PMI yang dinyatakan positif memang tak banyak namun ini tetap menjadi perhatian gugus tugas agar tidak sampai lolos dan menjadi cluster terbaru di Tanah Air.

“Hari ini belum kita terima hasil swab. PMI yang dikarantina sebanyak 706 orang,” ujar dr Anggitha, petugas medis yang menangani kesehatan para PMI di Rusunawa, Kamis (25/11/2021).

Dua hari sebelumnya ada dua yang dipindahkan ke RSKI karena terkonfirmasi positif. “Yang positif memang tak banyak tapi kita tetap serius mengawasi dan menanganinya. Jangan sampai lolos dan menjadi cluster terbaru di Tana Air,” ujar dr Anggitha. (*)

Reporter: Eusebius Sara

UPDATE