Jumat, 17 April 2026

‎Batam Masuk Panggung Besar Digital Asia, Kontrak Listrik Terbesar RI Resmi Diteken

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Direktur Utama PT PLN Batam bersama Kepala BP Batam menandatangani kerja sama pengembangan kelistrikan dan pusat data di Batam, Kamis (17/4/2026). F. M Syahban/Batam Pos
batampos – Di tengah persaingan kota-kota di Asia Tenggara berebut investasi digital, Batam kembali mencatat langkah besar. Kota industri di bibir Selat Singapura itu resmi mengamankan kerja sama kelistrikan terbesar untuk sektor pusat data di Indonesia.

‎PT PLN Batam bersama DayOne menandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) dengan total kapasitas mencapai 511 MVA di Auditorium Balairung Sari, Kantor BP Batam, Kamis (17/4).

‎Kesepakatan ini menjadi PJBTL terbesar di Indonesia untuk kebutuhan data center. Nilai strategisnya tidak hanya pada angka kapasitas listrik, tetapi juga menjadi penanda bahwa Batam semakin dilirik sebagai pusat industri digital dan lokasi ideal pengembangan pusat data berskala global.

‎Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan kesiapan infrastruktur dan regulasi menjadi modal penting Batam untuk bersaing dengan kawasan lain.

‎Menurutnya, keberadaan lahan, kepastian hukum, serta pasokan energi yang andal membuat Batam memiliki daya tarik kuat di mata investor internasional.

‎“BP Batam berkomitmen menghadirkan iklim investasi yang kondusif melalui percepatan perizinan dan penyediaan infrastruktur pendukung yang terintegrasi. Masuknya proyek pusat data berskala besar ini membuktikan bahwa Batam siap menjadi hub digital dunia,” ujar Amsakar.

‎Sementara itu, Direktur Utama PT PLN Batam, Kwin Fo, menyebut kerja sama tersebut menjadi tonggak penting bagi pengembangan industri digital di Batam.

‎Menurutnya, kebutuhan listrik untuk pusat data tidak hanya besar, tetapi juga harus stabil dan berkelanjutan. Karena itu, kolaborasi ini dipandang menjadi fondasi penting bagi tumbuhnya ekosistem digital di Batam.

‎“Kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam mendukung kebutuhan energi yang andal dan berkelanjutan bagi investasi dan pengembangan infrastruktur digital di Kota Batam,” ujarnya.

‎Ia menambahkan, sinergi antara PLN Batam, DayOne dan BP Batam diyakini akan memperkuat posisi Batam sebagai kawasan investasi unggulan di Asia Tenggara.

‎“Kami meyakini bahwa sinergi antara PLN Batam dan DayOne dengan dukungan penuh dari BP Batam akan semakin memperkuat posisi Batam sebagai kawasan investasi unggulan dan pusat pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara,” tambahnya.

‎Tidak hanya menandatangani kerja sama pasokan listrik untuk data center, pada kesempatan yang sama BP Batam dan PT PLN Batam juga menandatangani nota kesepahaman pengembangan PLTS terapung berkapasitas 200 MWp.

‎Jika terealisasi, proyek tersebut akan menjadikan Batam sebagai salah satu kawasan dengan pembangkit listrik tenaga surya terapung terbesar di Indonesia bahkan Asia Tenggara.

‎“Kami berharap kerja sama yang ditandatangani hari ini memberikan manfaat bagi semua pihak serta berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan iklim investasi di Kota Batam,” kata Kwin Fo.

‎Di sisi lain, Chief Executive Officer DayOne, Jamie Khoo, menilai Batam memiliki posisi yang sangat strategis untuk pengembangan pusat data regional.

‎Ia mengatakan, ekspansi yang dilakukan DayOne di Batam mulai dari kawasan Nongsa hingga Kabil menunjukkan pentingnya posisi Batam dalam jaringan industri digital kawasan.

‎“Ekspansi ini menjadi tonggak penting dalam strategi kami untuk membangun salah satu platform infrastruktur digital terdepan di Asia. Pengembangan yang dilakukan secara berkelanjutan di Batam, mulai dari Nongsa hingga Kabil, mencerminkan semakin strategisnya peran Batam dalam ekosistem regional perusahaan,” kata Jamie.

‎Ia menambahkan, Batam kini tidak lagi hanya dipandang sebagai kota industri dan perdagangan, melainkan mulai masuk dalam peta besar ekonomi digital Asia Tenggara melalui model SIJORI yang menghubungkan Singapura, Johor, dan Batam.

‎“Seiring dengan perluasan pengembangan di Batam, kami terus meningkatkan kapasitas untuk menghadirkan layanan data center berskala besar dan berkinerja tinggi, guna menjawab kebutuhan cloud dan komputasi canggih yang terus tumbuh di Asia Pasifik,” tutur dia.

‎Dengan pasokan listrik jumbo, dukungan energi bersih, serta masuknya investor global, Batam perlahan membentuk wajah baru. Bukan hanya sebagai kota pelabuhan dan manufaktur, tetapi juga sebagai rumah bagi industri digital masa depan.(*)
ReporterM. Sya’ban

UPDATE