Kamis, 23 April 2026

‎Penumpang Keluhkan Bus Antre Solar, Dishub Evaluasi Atur Pengisian BBM

Berita Terkait

Bus Trans Batam menunggu jadwal berangkat di halte depan kawasan TPI, Tanjunguncang, Batuaji, Jumat (26/1) lalu. Tahun depan, Dishub akan kembali membangun sejumlah halte baru.
F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos –Keluhan masyarakat terkait bus Trans Batam yang masih melakukan pengisian bahan bakar di jam sibuk pagi menjadi perhatian Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam.

‎Salah seorang penumpang setia bus kota, Yana Julio, yang setiap hari menggunakan rute Batam Center–Tanjung Piayu, mengaku kerap mengalami keterlambatan karena bus harus mengantre pengisian solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) pada jam sibuk pagi saat masyarakat berangkat kerja.

‎Menurut dia, kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama, terutama pada jadwal keberangkatan ia bekerja sekitar pukul 07.30 pagi. Tidak jarang bus harus ikut mengantre bersama kendaraan besar lain di SPBU sehingga waktu tunggu bisa mencapai 30 hingga 40 menit.

‎Menanggapi hal itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dishub Kota Batam, Bambang Sucipto, mengatakan pihaknya memahami keluhan penumpang dan saat ini sedang menyiapkan skenario baru agar pengisian bahan bakar tidak lagi terlalu mengganggu jadwal pelayanan.

‎Ia menjelaskan, selama ini pengisian bahan bakar armada Trans Batam masih mengikuti kuota harian yang tersedia di SPBU dan dikoordinasikan bersama pihak terkait. Namun, Dishub mulai mengatur agar pengisian dilakukan setelah armada menurunkan penumpang di titik akhir perjalanan.

‎“Isi SPBU terdekat baru jemput penumpang lagi. Nanti kita coba secara bertahap,” kata Bambang kepada Batam Pos, Kamis (17/4) siang.

‎Menurut Bambang, pengisian di luar jam operasional memang belum sepenuhnya memungkinkan. Sebab, lokasi pool atau tempat parkir armada sebagian cukup jauh dari SPBU yang melayani solar untuk kendaraan besar.

‎Karena itu, solusi yang sedang disiapkan adalah pengisian dilakukan saat kondisi penumpang lebih sepi, misalnya setelah pukul 09.00 pagi atau setelah armada selesai menurunkan penumpang di halte tujuan akhir.

‎Misalnya, untuk bus rute Batuaji menuju Batam Center, pengisian akan dilakukan setelah seluruh penumpang turun di halte Batam Center. Saat menunggu jadwal keberangkatan berikutnya, bus akan diarahkan mengisi bahan bakar di SPBU terdekat.

‎“Isinya masih di jam operasional, tapi isi BBM-nya itu setelah turunkan penumpang,” ujarnya.

‎Ia tidak menampik bahwa saat ini masih ada beberapa armada yang terpaksa membawa penumpang hingga ke SPBU, terutama pada koridor yang beroperasi di kawasan Batam Center. Hal itu terjadi karena keterbatasan lokasi SPBU terdekat dan ketersediaan stok solar.

‎“Cuman juga kendalanya sering sekali minyak di Ocarina stoknya habis. Jadi agak susah mencari titik SPBU yang terdekat,” katanya.

‎Meski demikian, Dishub memastikan terus melakukan evaluasi agar pengisian BBM dapat dilakukan di lokasi yang lebih sepi dan tidak menimbulkan antrean panjang yang berdampak pada penumpang.

‎“Di saat sepi atau di saat orang-orang pergi kerja dan SPBU-nya antre tidak panjang baru kita jadwalkan pengisian,” ujar Bambang.

‎Dishub berharap langkah penataan jadwal ini bisa dilakukan secara bertahap sehingga pelayanan bus Trans Batam menjadi lebih nyaman, tepat waktu, dan tetap dapat diandalkan masyarakat sebagai moda transportasi harian.

‎“Kami menargetkan pola pengisian BBM baru dapat diterapkan bertahap dalam waktu dekat agar pelayanan Trans Batam di jam sibuk pagi tidak lagi mengganggu aktivitas masyarakat.” kata dia.(*)

ReporterM. Sya’ban

UPDATE