Minggu, 28 Juni 2026

BAZNAS Batam Perluas Manfaat Zakat Melalui Khitan Massal

Berita Terkait

Seorang anak menjalani proses khitan massal gratis yang digelar BAZNAS Kota Batam bagi 100 anak dari keluarga duafa dalam rangka Gebyar Muharram BKMT Kecamatan Sei Beduk, Minggu (28/6). Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Dana zakat tidak hanya disalurkan dalam bentuk bantuan sosial, tetapi juga diwujudkan melalui layanan kesehatan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Hal itu ditunjukkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Batam dengan menggelar khitanan massal gratis bagi 100 anak dari keluarga duafa pada rangkaian Gebyar Muharram yang diselenggarakan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Sei Beduk, Minggu (28/6).

Sejak pagi, puluhan anak bersama orang tua mereka memadati lokasi kegiatan. Meski tampak gugup menunggu giliran, raut wajah mereka berubah menjadi lega usai menjalani proses khitan yang ditangani tenaga medis profesional dari Klinik Rumah Sehat BAZNAS Kota Batam.

Wakil Ketua I BAZNAS Kota Batam, Masrum, mengatakan seluruh peserta merupakan anak-anak dari keluarga kurang mampu yang masuk dalam kategori asnaf atau golongan penerima zakat. Karena itu, seluruh biaya pelaksanaan, mulai dari tindakan medis, obat-obatan hingga pelayanan kesehatan, ditanggung sepenuhnya oleh BAZNAS.

“Melalui program ini kami ingin memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memperoleh layanan khitan yang aman, berkualitas, dan tanpa dipungut biaya. Anggaran yang disiapkan berkisar Rp300 ribu hingga Rp400 ribu untuk setiap anak,” ujarnya.

Menurut Masrum, khitanan massal menjadi salah satu bentuk nyata pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari masyarakat. Dana tersebut tidak hanya diberikan dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga dikembalikan kepada masyarakat melalui program yang memberikan manfaat langsung.

Ia menjelaskan, BAZNAS Kota Batam memiliki lima program unggulan sebagai pedoman dalam pendistribusian zakat agar manfaatnya menjangkau berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Program Batam Takwa berfokus pada penguatan syiar Islam, pembinaan umat, hingga pemberdayaan dai di wilayah hinterland. Program Batam Cerdas diarahkan untuk membantu biaya pendidikan bagi pelajar dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat melanjutkan pendidikan.

Sementara itu, melalui Batam Sehat, BAZNAS memberikan bantuan biaya pengobatan, kepesertaan BPJS, hingga bantuan biaya transportasi dan akomodasi bagi pasien yang harus dirujuk ke luar daerah maupun luar negeri namun terkendala biaya.

Di sektor ekonomi, Batam Makmur hadir untuk membantu para mustahik mengembangkan usaha melalui program pemberdayaan sehingga mampu meningkatkan taraf hidup dan perlahan keluar dari garis kemiskinan. Sedangkan Batam Peduli difokuskan pada bantuan kemanusiaan, penanganan bencana, serta bantuan darurat bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Harapan kami, zakat tidak hanya menjadi bantuan sesaat, tetapi mampu menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan kegiatan sosial lainnya,” kata Masrum.

Khitanan massal tersebut menjadi salah satu kegiatan sosial dalam Gebyar Muharram BKMT Sei Beduk yang dipimpin Ketua BKMT Sei Beduk, Syarifah Normawati. Kegiatan ini juga dihadiri Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, beserta Ketua Pengurus Wilayah Wanita Islam Provinsi Kepri, Nenny Dwiyana Nyanyang.

Selain khitanan massal, Gebyar Muharram turut diramaikan dengan pawai, lomba sholawat, lomba khutbah Jumat, serta penyerahan santunan kepada anak yatim. Kehadiran pemerintah daerah, majelis taklim, dan BAZNAS dalam satu kegiatan menunjukkan kuatnya kolaborasi dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Masrum berharap sinergi tersebut terus terjalin sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat zakat secara langsung. Ia menegaskan, seluruh proses pengelolaan zakat yang dilakukan BAZNAS, mulai dari penghimpunan, pendistribusian hingga pelaporan, dilaksanakan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.

“Kepercayaan masyarakat merupakan amanah yang harus kami jaga. Karena itu kami terus berupaya agar setiap dana zakat yang dititipkan dapat dikelola secara profesional, transparan, dan benar-benar memberikan manfaat bagi mereka yang berhak menerimanya,” tutupnya. (*)

UPDATE