Selasa, 23 Juni 2026

Belum Ditemukan, Petugas Masih Terus Melakukan Pencarian Anak yang Hanyut di Tanjung Sengkuang

Berita Terkait

Petugas sedang melakukan pencarian anak yang hanyut di Tanjung Sengkuang. F. Istimewa

batampos – Seorang anak laki-laki bernama Azzahra Ruknuddin Baibas alias Ibas (4) dilaporkan hanyut setelah terjatuh ke dalam gorong-gorong saat bermain di tengah hujan deras di kawasan RT 03/RW 012, Kelurahan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batuampar, Senin (22/6) pagi.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Tanjungpinang, Fazzli, melalui Danpos Basarnas Batam, Dedius Sembiring, mengatakan pihaknya menerima informasi kejadian tersebut pada pukul 10.55 WIB dari anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Batam.

“Korban diketahui terjatuh dan hanyut ke gorong-gorong di kawasan Tanjung Sengkuang atau sekitar Pelabuhan Pendi. Setelah menerima laporan, tim SAR langsung melakukan koordinasi dengan unsur terkait dan memberangkatkan personel menuju lokasi kejadian,” ujar Dedius.

Berdasarkan informasi yang diterima, peristiwa itu bermula sekitar pukul 08.00 WIB saat korban bermain hujan di depan rumahnya. Saat itu kondisi cuaca sedang hujan deras.

Korban diduga terpeleset dan jatuh ke dalam saluran drainase atau gorong-gorong yang arus airnya cukup deras akibat tingginya curah hujan. Keluarga bersama warga sekitar sempat melakukan pencarian secara mandiri, namun hingga laporan diterima korban belum ditemukan.

Menurut keterangan ibu korban, Chatarina, anaknya sedang bermain di sekitar parit saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Tidak lama kemudian korban terseret arus dan diduga terbawa hingga ke arah laut.

Mendapat laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang melalui Pos SAR Batam langsung mengerahkan enam personel tim rescue menggunakan Rescue Car Type II dengan membawa satu unit perahu karet dan sejumlah peralatan pendukung pencarian.

“Pada pukul 11.10 WIB tim rescue bergerak menuju lokasi kejadian dan diperkirakan tiba di area pencarian sekitar pukul 11.45 WIB. Saat ini pencarian masih terus dilakukan bersama unsur SAR gabungan,” kata Dedius.

Operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Pos SAR Batam, Polairud Polda Kepri, Satpolairud Polresta Barelang, TNI AL Batam, BPBD Kota Batam, Tagana Batam, serta masyarakat setempat.

Tim SAR juga menyiapkan berbagai peralatan, seperti rubber boat, AquaEye untuk deteksi bawah air, perangkat komunikasi, responder bag, serta peralatan evakuasi lainnya guna mendukung proses pencarian.

Saat operasi berlangsung, kondisi cuaca di lokasi dilaporkan masih hujan disertai petir dengan kecepatan angin berkisar 0 hingga 13 knot dari arah selatan.

Dedius mengatakan tim SAR gabungan akan terus melakukan upaya pencarian hingga korban ditemukan.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat cuaca ekstrem dan hujan deras karena saluran drainase maupun gorong-gorong dapat menjadi sangat berbahaya akibat arus yang kuat,” tutupnya.(*)

UPDATE