
batampos – Dunia usaha di Kota Batam mulai merasakan tekanan di awal 2026. Dalam tiga bulan terakhir, pelaku industri dihadapkan pada kenaikan biaya produksi di tengah ketidakpastian global yang turut menahan laju ekspor.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Batam, Rafki Rasyid, mengatakan kondisi usaha saat ini belum mengalami kontraksi, namun laju ekspansi tidak lagi seagresif tahun sebelumnya.
“Yang paling terasa sekarang adalah kenaikan biaya pokok produksi. Ini dipicu naiknya harga komponen impor, terutama chip elektronik yang sedang langka secara global,” ujarnya, Selasa (14/4).
Menurut Rafki, krisis semikonduktor dipengaruhi kombinasi faktor, mulai dari konflik geopolitik, lonjakan permintaan global, hingga gangguan distribusi. Dampaknya paling dirasakan industri elektronik di Batam yang sangat bergantung pada pasokan komponen impor.
BACA SELENGKAPNYA di harian.batampos.co.id



