
batampos – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama TNI, Keluarga Alumni Gajah Mada (Kagama) dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi manusia (Kemenkumham) mengelar Bakti Sosial Pengabdian Masyarakat Serentak pada Lapas dan Rutan di 32 Provinsi di Indonesia.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKKBN Provinsi Kepri, Humala Lubis, mengatakan, khusus di Kepri pihaknya mengelar di tiga Lembaga Permasyarakatan (Lapas) yang ada di Kota Batam.
“Hari ini kita laksanakan di 3 Lapas. Yaitu Lapas Perempuan dan Lapas Anak yang berada di Baloi dan Lapas Dewasa di Tembesi,” ujarnya, Sabtu (5/2/2022).
Bakti sosial ini lanjutnya, merupakan salah satu bentuk kepedulian BKKBN untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Semua kita libatkan dari instansi terkait termasuk juga dari OPD KB Kota Batam,” tuturnya.
Ia menjelaskan, selama ini bakti sosial banyak dilaksanakan di luar dan jarang dilakukan di Lapas. Sehingga pihaknya memandang perlu dilakukan sosialisasi mengenai kesehatan khususnya alat reproduksi kepada masyarakat yang berada di Lapas.
Kata dia, ada beberapa kegiatan yang dilakukan pihaknya pada bakti sosial kali ini. Di antaranya Pelayanan Kesehatan Sadari, yaitu Pemeriksaan Payudara Sendiri.
Kemudian vaksinasi dan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) bagi pria yang dilakukan di Lapas Tembesi.
“Kami berharap anak-anak di Lapas Kelas II Batam ini dapat menjaga kesehatan organ reproduksinya,” katanya.
Kepala Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Kota Batam, Novriadi, mengatakan, saat ini ada 55 Anak Didik Lapas (Andikpas).
“Kami dari keluarga besar LPKA mengucapkan terima kasih dan mudah-mudahan kegiatan hari ini bisa berjalan dengan lancar,” katanya.
Sementara itu, Perwakilan Kagama Kota Batam, Muhammad Aidil, mengatakan, pada kegiatan tersebut pihaknya menargetkan ada 250 warga binaan termasuk Andikpas yang mendapatkan pelayanan kesehatan.
“Target kita Lapas Khusus Anak 50 orang, Lapas Perempuan 100 dan di Lapas Pria Dewasa di Tembesi 100 orang,” jelasnya.
Kepala Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat, Hasto Wardoyo, yang hadir secara virtual, mengatakan, Lapas dan Warga Binaan Pemasyarakatan memiliki peran penting dalam terwujudnya pembangunan Bangsa Indonesia.
Pada kesempatan itu, Hasto juga membahas sekilas tentang stunting. Ia menjelaskan, salah satu perencanaan bangsa Indonesia ke depan, adalah generasi emas pada tahun 2045.
“Bila kita hitung dari saat ini, tahun 2022, waktu tersisa sekitar 23 tahun lagi. Artinya bila pada hari ini seorang bayi lahir, maka ditahun 2045, usianya masuk ke dalam kelompok usia produktif yang tentu saja adalah generasi muda,” katanya.
Kata dia, stunting dapat dicegah sebelum pra konsepsi. Yaitu tiga bulan pranikah, saat ibu hamil, pasca melahirkan dan pengasuhan balita.
Kegiatan Pengabdian Masyarakat Serentak pada Lapas dan Rutan di 32 Provinsi di Indonesia mendapatkan Rekor Muri dan diserahkan langsung oleh Pendiri Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI), Jaya Suprana.
Reporter: Messa Haris



