
batampos – Seorang bocah berusia tiga tahun bernama Azzahra Baibas dilaporkan hanyut di saluran drainase atau parit di kawasan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batuampar, Senin (22/6) pagi. Hingga Senin siang, korban masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.
Peristiwa itu terjadi saat Kota Batam sedang diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi. Korban yang diketahui merupakan anak dari penjaga masjid diduga terpeleset saat hendak menuju masjid yang berada tidak jauh dari tempat tinggalnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban merupakan warga Blok E, Tanjung Sengkuang, tepatnya di wilayah RW 12 RT 04. Saat kejadian, arus air di parit dilaporkan cukup deras akibat hujan yang turun sejak pagi.
Diduga, korban terpeleset dan jatuh ke dalam parit sebelum akhirnya terseret arus deras. Warga yang mengetahui kejadian tersebut sempat berupaya melakukan pencarian secara mandiri, namun korban belum berhasil ditemukan.
Kapolsek Batuampar AKP Amru Abdullah membenarkan adanya kejadian seorang anak yang hanyut di kawasan Tanjung Sengkuang tersebut. Saat ini, pihak kepolisian bersama tim SAR masih melakukan pencarian intensif.
“Iya benar, ada anak yang dilaporkan hanyut di parit kawasan Tanjung Sengkuang. Saat ini anggota bersama tim SAR dan warga masih melakukan pencarian,” ujar Amru.
Informasi yang disampaikan warga, saluran drainase tempat korban hanyut terhubung langsung ke laut sehingga pencarian dilakukan dengan memperluas area penyisiran. Tim gabungan menyisir sepanjang aliran parit hingga ke muara.
Selain menyisir ke arah laut, tim juga memperluas pencarian hingga ke bagian hulu drainase untuk memastikan kemungkinan korban tersangkut di sepanjang aliran. Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih terus berlangsung.(*)

