
batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam membenarkan perekrutan Alex, warga yang sempat viral dalam polemik penertiban aktivitas pengambilan pasir ilegal di kawasan sekitar Bandara Hang Nadim, sebagai tenaga outsourcing di Direktorat Pengamanan (Ditpam) BP Batam.
Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian dan bantuan kepada warga yang kehilangan pekerjaan usai viralnya peristiwa tersebut.
Ariastuty menjelaskan, Alex diketahui sebelumnya sudah tidak lagi bekerja sebagai petugas keamanan di salah satu kawasan perumahan di Batam. Setelah mendapat informasi itu, BP Batam kemudian melakukan pengecekan dan memutuskan untuk membantu dengan memberikan kesempatan kerja di lingkungan Ditpam BP Batam.
“Memang Alex ini informasinya sudah tidak bekerja lagi sebagai sekuriti. Kemarin juga dari Dinas Sosial sudah membantu, dan sekarang kami pekerjakan di Direktorat Pengamanan sebagai pegawai outsourcing,” ujar Ariastuty, Kamis (7/5).
Ia mengatakan, proses administrasi Alex saat ini sedang berjalan dan yang bersangkutan sudah datang ke Markas Komando Ditpam BP Batam untuk pengurusan awal.
“Hari ini sudah mulai proses pengurusannya, Alex juga sudah datang ke Mako Ditpam,” katanya.
Menurut Ariastuty, BP Batam terbuka membantu masyarakat yang membutuhkan pekerjaan, selama ada ruang dan kebutuhan di lingkungan kerja.
“Intinya kami membantu, kalau memang dibutuhkan dan bisa dibantu, tentu kita bantu,” ujarnya.
Sebelumnya, Alex menjadi sorotan setelah muncul dalam video inspeksi mendadak Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, saat menertibkan aktivitas pengambilan pasir ilegal di kawasan Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP) Bandara Bandara Hang Nadim.
Video tersebut memicu polemik di tengah masyarakat setelah adanya pernyataan keras terkait warga pendatang yang bekerja di lokasi itu. Namun, dengan direkrutnya Alex ke Ditpam BP Batam, langkah tersebut dinilai menjadi bentuk tindak lanjut sekaligus pembinaan terhadap warga yang terdampak secara sosial dan ekonomi.(*)

