Senin, 15 Juni 2026

BP Batam Laporkan Aksi Rayap Besi di Terowongan Pelita

Enam Penutup Drainase Dirusak untuk Diambil Besinya

Berita Terkait

Tutup drainase yang berada di Terowongan Pelita rusak diduga diambil besinya oleh orang tak dikenal. Terlihat pecahan batu drainase yang berserakan, Minggu (14/6). F.Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Aksi perusakan fasilitas umum kembali terjadi di Kota Batam. Kali ini, sejumlah penutup drainase berbahan besi yang baru dipasang di kawasan Terowongan Pelita dirusak oleh oknum tidak bertanggung jawab diduga untuk mengambil dan menjual besinya.

‎Peristiwa tersebut menjadi perhatian serius Badan Pengusahaan (BP) Batam setelah ditemukan langsung oleh Wakil Kepala BP Batam sekaligus Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, saat melintas di lokasi bersama timnya.

‎Dalam unggahan di media sosial Instagram, Li Claudia menyayangkan tindakan yang merusak fasilitas publik tersebut. Menurutnya, penutup drainase yang dipasang pemerintah memiliki tujuan untuk memperindah kawasan sekaligus meningkatkan fungsi infrastruktur drainase bagi masyarakat.

‎“Penutup drainase yang telah dipasang dengan tujuan utama memperindah dan meningkatkan fungsi infrastruktur, sengaja dirusak lalu besinya diambil,” tulis Li Claudia dalam unggahannya, Minggu (14/6).

Baca Juga: Sepekan Jadi Buronan, Penjambret Tas Berisi iPhone Akhirnya Dibekuk

Menindaklanjuti temuan tersebut, BP Batam langsung turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan dan inventarisasi kerusakan.

‎Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan pihaknya sangat menyayangkan tindakan perusakan fasilitas umum yang dilakukan demi kepentingan pribadi.

‎“Kami langsung turun ke lapangan semalam. Adanya rayap besi yang merusak fasilitas umum ini sangat-sangat kami sayangkan,” kata Ariastuty, Minggu siang.

‎Dari hasil pemeriksaan sementara, BP Batam menemukan sedikitnya enam unit penutup drainase telah dirusak dan dipecahkan untuk diambil material besinya.

‎“Ada sekitar enam penutup drainase yang dipecahkan untuk diambil besinya,” ujarnya.

‎Menurut Ariastuty, kasus tersebut telah dilaporkan kepada aparat penegak hukum dan saat ini tengah dilakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku yang bertanggung jawab.

‎“Sudah kami laporkan ke Polsek dan Polresta. Saat ini sedang dilakukan pendalaman untuk mencari pelakunya,” katanya.

‎BP Batam menilai tindakan tersebut bukan sekadar pencurian material, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat. Hilangnya penutup drainase dapat meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan maupun pejalan kaki yang melintas di kawasan tersebut.

‎Karena itu, BP Batam mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang merusak fasilitas umum yang dibangun menggunakan anggaran negara untuk kepentingan bersama.

‎“Kami menghimbau agar masyarakat, terutama para pelaku yang dikenal dengan istilah rayap besi yang mulai meresahkan ini, segera menghentikan tindakan yang merusak fasilitas umum yang diperuntukkan bagi kepentingan publik,” tegas Ariastuty.

Baca Juga: Berangkat Bermain Sepeda, MD Ditemukan Mengambang di Kanal Golden Prawn

‎Ia menambahkan, pemerintah tidak akan mentolerir setiap tindakan yang merugikan masyarakat dan merusak aset publik.

‎“Perbuatan tidak bertanggung jawab dari oknum untuk kepentingan pribadi, di mana mereka sanggup merusak fasilitas umum tersebut, tentu sangat merugikan masyarakat. Pemerintah serius memperhatikan kejadian demi kejadian yang terjadi. Segala tindakan yang merugikan masyarakat akan ditindak sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.

‎BP Batam juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga fasilitas umum dengan melaporkan apabila mengetahui adanya tindakan pencurian, vandalisme, maupun perusakan aset pemerintah.

‎“Kami menghimbau kepada masyarakat yang mengetahui perbuatan merugikan ini untuk segera melaporkan kepada aparat hukum maupun pemerintah,” katanya.

‎Sebagai langkah pencegahan, BP Batam juga mulai menyiapkan pemasangan kamera pengawas atau CCTV di sejumlah titik yang dinilai rawan terhadap aksi pencurian dan perusakan fasilitas umum.

‎Menurut Ariastuty, program pemasangan CCTV saat ini sedang dalam tahap penganggaran dan akan diprioritaskan pada lokasi-lokasi yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

‎“CCTV sedang dalam tahap penganggaran. Namun untuk beberapa titik rawan pencurian akan segera dipasang CCTV,” ujarnya.

‎BP Batam berharap keberadaan kamera pengawas nantinya dapat membantu pengawasan selama 24 jam, mempercepat respons aparat ketika terjadi tindak kriminal, sekaligus memberikan efek jera bagi pelaku perusakan fasilitas umum.

‎Kasus pencurian besi dan material fasilitas umum sendiri belakangan menjadi perhatian karena mulai marak terjadi di sejumlah wilayah Kota Batam.

‎”Kami berharap dukungan masyarakat dan aparat penegak hukum dapat menekan aksi serupa agar tidak kembali terulang,” kata Ariastuty. (*)

ReporterM. Sya'ban

UPDATE