
batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus menggencarkan pelebaran Jalan Raja Isa yang selama ini dikenal sempit, bergelombang, dan kerap menjadi titik kemacetan, terutama saat jam sibuk pagi dan sore hari.
Untuk proyek tersebut, Pemko Batam mengalokasikan anggaran sebesar Rp14,9 miliar. Pelebaran dilakukan dari Simpang Lampu Merah Kalista hingga Simpang Lampu Merah KDA atau kawasan Kepri Business Centre (KBC).
Ruas ini merupakan salah satu jalur utama yang menghubungkan kawasan Batam Center dengan sejumlah pusat permukiman, perkantoran, dan kawasan bisnis.
Pantauan Batam Pos, Minggu (14/6), pekerjaan pelebaran masih berlangsung. Dua alat berat tampak bekerja di sejumlah titik untuk melakukan pengerukan dan penataan badan jalan guna menambah kapasitas ruas tersebut.
Baca Juga: Seragam Gratis untuk Siswa Baru SD dan SMP di Batam Tetap Berlanjut Tahun Ajaran 2026/2027
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Merta Dinata, mengatakan proyek tersebut merupakan lanjutan dari program peningkatan kapasitas jalan yang dilakukan Pemko Batam di kawasan Batam Center.
”Tambah lajur kiri dan kanan dari Simpang Kalista hingga ke KBC Lampu Merah KDA,” kata Merta.
Ia menjelaskan, pada proyek tersebut masing-masing sisi jalan akan ditambah sekitar 3,5 meter. Dengan penambahan tersebut, kapasitas jalan diharapkan meningkat dan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas yang selama ini kerap terjadi di kawasan tersebut.
Menurut Merta, total panjang jalan yang diperlebar mencapai sekitar 1.420 meter.
”Untuk panjang pekerjaannya kurang lebih 1.420 meter. Anggarannya Rp14,9 miliar,” ujarnya.
Selama ini Jalan Raja Isa menjadi salah satu ruas jalan yang paling sering dikeluhkan masyarakat. Selain kondisi jalan yang relatif sempit dibanding volume kendaraan yang melintas setiap hari, permukaan jalan di sejumlah titik juga bergelombang sehingga mengurangi kenyamanan pengguna jalan.
Saat jam pulang kerja, antrean kendaraan kerap terjadi dari arah Simpang Kalista menuju KDA maupun sebaliknya.
Baca Juga: Debarkasi Batam Pulangkan 4.872 Jemaah Haji, 15 Wafat di Tanah Suci
Kondisi tersebut semakin terasa seiring bertambahnya jumlah kendaraan dan berkembangnya kawasan permukiman serta pusat usaha di sepanjang koridor jalan tersebut.
Pelebaran yang sedang dilakukan saat ini merupakan tahap lanjutan dari proyek sebelumnya yang telah diselesaikan Pemko Batam.
Pelebaran Jalan Beres, Trotoar Masih Jadi PR
Sebelumnya, ruas Jalan Raja Isa dari Simpang Bank Indonesia hingga Simpang Lampu Merah Kalista telah lebih dulu diperlebar dan saat ini sudah dapat digunakan masyarakat.
”Sebelumnya, kami sudah melakukan pelebaran dari Simpang Bank Indonesia hingga Lampu Merah Kalista dan sekarang sudah selesai serta sudah bisa dilalui pengendara,” katanya.
Meski demikian, pada ruas yang telah selesai diperlebar tersebut masih belum dilengkapi fasilitas pedestrian atau trotoar bagi pejalan kaki.
Merta mengakui kebutuhan trotoar menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian dalam pengembangan jalan ke depan.
”Pekerjaan pelebaran jalannya sudah selesai, namun penambahan pedestrian memang masih harus ditambahkan nanti,” ujarnya. (*)

