
batampos – Kemacetan lalu lintas kerap terjadi di dua titik bundaran utama wilayah Batuaji dan Sagulung, yakni Bundaran Simpang Basecamp dan Bundaran Simpang Barelang. Kondisi tersebut diperparah dengan aksi sejumlah pengendara yang nekat melawan arus demi mempersingkat jarak tempuh.
Situasi ini dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari saat volume kendaraan meningkat drastis.
Rosa, warga Batuaji, mengatakan kemacetan di kawasan bundaran sudah menjadi pemandangan sehari-hari. Bahkan, aksi pengendara yang menerobos arus juga sering terjadi, terutama pada malam hari.
“Macet pasti pagi dan sore hari. Yang menerobos kebanyakan malam hari,” ujarnya, Senin (25/5).
Baca Juga: Warga Gesya Paradise dan Asena Keluhkan Jalan Berlumpur
Menurut Rosa, diperlukan pemasangan rambu lalu lintas maupun peringatan agar pengendara lebih tertib saat melintas di kawasan bundaran.
“Pengendara di Batam ini susah. Percuma jalan lebar dan bagus, tapi tidak taat aturan,” katanya.
Hal serupa disampaikan Zikri, warga Basecamp. Ia menilai banyak pengendara tidak mau memberikan ruang bagi kendaraan yang hendak keluar maupun masuk bundaran sehingga memicu kemacetan.
“Harusnya pengendara yang mau masuk memberi ruang untuk kendaraan yang keluar. Tapi ini saling ngotot,” ujarnya.
Minimnya kesadaran berlalu lintas, lanjut Zikri, juga menyebabkan kendaraan kerap bersenggolan di area bundaran.
“Sering bersenggolan, yang membuat jalan bundaran ini semakin macet,” katanya.
Ia berharap personel Satlantas dapat disiagakan pada jam-jam sibuk untuk membantu mengurai kepadatan kendaraan, khususnya saat aktivitas pekerja dan pelajar meningkat.
“Pagi dan sore hari itu banyak pekerja dan aktivitas sekolah. Sampai sekarang tidak ada yang mengatur. Bahkan rambu juga tidak ada,” ungkapnya.
Baca Juga: Kasus Driver Ojol vs Debt Collector: Polisi Masih Menunggu Hasil Visum
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Leo Putra, mengatakan aturan rambu khusus di area bundaran memang tidak diterapkan karena kendaraan yang berada di dalam bundaran memiliki prioritas utama.
“Rambu di bundaran itu tidak ada. Karena prinsipnya itu prioritas bagi kendaraan yang di dalam bundaran,” ujarnya.
Menurut Leo, solusi utama untuk mengatasi kemacetan dan kesemrawutan di bundaran bergantung pada kesadaran pengendara dalam mematuhi aturan lalu lintas.
“Intinya kesadaran pengendaranya. Harus mengutamakan kendaraan di dalam bundaran,” tutupnya. (*)



