Selasa, 26 Mei 2026

Warga Gesya Paradise dan Asena Keluhkan Jalan Berlumpur

spot_img

Berita Terkait

Jalan masuk perumahan Gesya Piayu becek dan berlumpur. Viko untuk Batam Pos

batampos -Warga Perumahan Gesya Paradise dan Perumahan Asena di kawasan Pancur, RW 06, Kelurahan Tanjungpiayu, Kecamatan Sei Beduk, mengeluhkan kondisi akses jalan menuju permukiman mereka yang hingga kini belum disemenisasi maupun diaspal. Saat hujan turun, jalan tersebut berubah menjadi kubangan lumpur yang menyulitkan aktivitas warga sehari-hari.

Kondisi jalan yang becek dan berlumpur disebut telah berlangsung selama bertahun-tahun sejak warga mulai menempati perumahan tersebut pada 2021 lalu. Tidak hanya mengganggu kenyamanan, jalan rusak itu juga dinilai membahayakan keselamatan warga, khususnya ibu-ibu dan anak-anak yang melintas setiap hari.

Ketua RT 06/RW 06 Kelurahan Tanjungpiayu, Zulfikar, membenarkan keluhan warga terkait kondisi akses jalan di dua perumahan tersebut. Menurutnya, hingga kini warga masih berharap adanya perhatian serius agar jalan segera diperbaiki minimal melalui semenisasi.

“Kalau hujan itu seperti kubangan lumpur, kalau panas berdebu. Warga sudah cukup lama mengeluhkan kondisi ini karena akses keluar masuk rumah jadi sulit,” ujar Zulfikar, Senin (25/5).

Senada disampaikan ketua RW 06 Harno,  sudah lima tahun warga berjibaku dengan kondisi jalan rusak tersebut. Ia mengatakan warga kerap mengalami kesulitan saat melintas, terutama ketika hujan mengguyur kawasan Pancur.

“Sudah lima tahun kami merasakan jalan seperti ini. Saat hujan becek dan licin, kalau panas debunya tebal. Ibu-ibu sering jatuh karena jalan berlumpur,” kata Harno.

Warga lainnya, Viko, mengungkapkan bahwa masyarakat sebenarnya hanya berharap adanya solusi sederhana dari pemerintah maupun pihak terkait. Menurutnya, semenisasi jalan sudah cukup membantu agar akses warga tidak lagi dipenuhi lumpur setiap musim hujan.

“Kami tidak menuntut yang mewah, minimal disemenisasi supaya tidak becek lagi. Kasihan warga yang tiap hari keluar masuk harus melewati lumpur,” ungkapnya.

Menurut warga, berbagai upaya sudah dilakukan dengan menyampaikan keluhan ke pihak kelurahan hingga kecamatan. Namun, warga mengaku masih bingung terkait pihak yang bertanggung jawab terhadap pembangunan jalan tersebut karena hingga kini belum ada realisasi perbaikan.

“Ke kelurahan dan kecamatan sudah pernah disampaikan, tapi diarahkan ke developer. Sementara dari pihak pengembang disebut itu tanggung jawab pemerintah. Jadi warga seperti dipingpong terus,” kata Harno.

Masyarakat berharap pemerintah maupun pihak pengembang dapat segera duduk bersama mencari solusi atas persoalan akses jalan tersebut.

Warga menilai perbaikan jalan sangat mendesak dilakukan mengingat akses itu menjadi jalur utama bagi penghuni Perumahan Gesya Paradise dan Asena untuk menjalankan aktivitas setiap hari.(“)

spot_img

UPDATE

Play sound