
batampos – Pembentukan karakter generasi muda tidak hanya menjadi tanggung jawab keluarga dan sekolah, tetapi juga memerlukan dukungan berbagai pihak, termasuk kepolisian. Upaya itulah yang dilakukan Polsek Sekupang dengan memberikan pembinaan disiplin dan edukasi pencegahan kenakalan remaja dan bullying kepada sekitar 120 santri dan santriwati Pondok Pesantren Darul Hikam, Kelurahan Patam Lestari, Kecamatan Sekupang, Selasa (14/7).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 09.00 WIB itu menjadi ruang edukasi bagi para santri agar memahami pentingnya membangun karakter yang disiplin, bertanggung jawab, serta menjauhi berbagai perilaku negatif yang dapat merusak masa depan.
Kegiatan tersebut berada di bawah pembinaan Kapolsek Sekupang Kompol Hippal Tua Sirait dan dihadiri Pimpinan Pondok Pesantren Darul Hikam KH Agus Yusuf, Kanit Binmas Polsek Sekupang Aiptu Lukman, Bhabinkamtibmas Kelurahan Patam Lestari Aipda Fajri, para ustaz, serta personel Polsek Sekupang.
Baca Juga: Enam Jukir Liar Diciduk, Dishub Batam Ungkap Setoran Parkir Masuk ke Kantong Pribadi
Dalam sambutannya, KH Agus Yusuf mengapresiasi kehadiran jajaran Polsek Sekupang yang telah memberikan pembinaan langsung kepada para santri. Menurutnya, pendidikan karakter harus dilakukan secara bersama-sama agar generasi muda memiliki akhlak mulia sekaligus kesadaran sebagai warga negara yang taat aturan.
“Kami berharap materi yang disampaikan hari ini dapat menjadi bekal bagi para santri untuk menjadi pribadi yang disiplin, berintegritas, serta mampu menghindari berbagai bentuk kenakalan remaja,” ujarnya.
Pada sesi penyuluhan, Aiptu Lukman menjelaskan bahwa disiplin merupakan kebiasaan positif yang harus dibangun sejak usia muda. Disiplin tidak hanya berarti datang tepat waktu, tetapi juga menaati aturan, menghargai orang lain, menjaga etika dalam bertindak, serta bertanggung jawab atas setiap perbuatan.
Ia juga mengingatkan para santri agar tidak terlibat dalam berbagai bentuk kenakalan remaja, seperti perundungan (bullying), perkelahian, penyalahgunaan narkoba, hingga penyebaran konten negatif di media sosial.
Menurutnya, bullying sering kali dianggap sebagai candaan, padahal dapat meninggalkan luka psikologis yang mendalam bagi korban. Selain bertentangan dengan nilai-nilai agama dan norma sosial, tindakan tersebut juga dapat berimplikasi hukum apabila memenuhi unsur pidana.
“Seorang pelajar yang baik bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mampu menghormati teman, guru, dan lingkungan sekitarnya. Sikap saling menghargai akan menciptakan suasana belajar yang aman dan nyaman,” jelasnya.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Jemput Peserta JKN di Ujung Batam, Permudah Layanan bagi Warga dan Prajurit
Untuk memperkuat materi yang diberikan, para santri juga mengikuti latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB). Kegiatan ini bertujuan menanamkan kedisiplinan, kekompakan, kepemimpinan, rasa tanggung jawab, serta kemampuan bekerja sama dalam tim.
Latihan PBB juga mengajarkan pentingnya fokus, kepatuhan terhadap instruksi, dan semangat kebersamaan yang menjadi bekal positif dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan tersebut, Polsek Sekupang berharap para santri tidak hanya memahami aturan, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai disiplin, saling menghormati, serta menjauhi segala bentuk kenakalan remaja dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian dan lembaga pendidikan keagamaan dalam menciptakan generasi muda yang berakhlak mulia, disiplin, memiliki kepedulian sosial, serta sadar hukum sebagai bekal menghadapi tantangan di masa depan. (*)

