
batampos – embaga Amil Zakat (LAZ) Batam, Kepulauan Riau (Kepri) kembali menyalurkan ratusan hewan kurban kepada masyarakat Kota Batam dan wilayah kepulauan dalam momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Tahun ini, LAZ Batam Kepri mengusung tema “Sebar Hewan Kurban untuk Wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar)”. Program tersebut difokuskan untuk membantu masyarakat di pulau-pulau terpencil yang selama ini sulit mendapatkan akses daging kurban.
Ketua LAZ Batam Kepri, Syarifuddin, mengatakan distribusi hewan kurban sudah mulai dilakukan sejak H-1 Iduladha ke sejumlah wilayah hinterland dan pulau terluar di Batam.
“Beberapa wilayah yang sudah kami distribusikan di antaranya Pulau Petong, Pulau Abang, Kampung Baru, Pulau Air, Pulau Mengkada, Pulau Seraya dan beberapa pulau lainnya,” kata Syarifuddin kepada Batam Pos, Rabu (27/5), di sela penyembelihan hewan kurban di Batam Center.
Selain ke pulau-pulau, hewan kurban juga disalurkan ke panti asuhan dan sejumlah masjid di Kota Batam.
Syarifuddin mengaku hingga saat ini pihaknya masih terus menerima amanah hewan kurban dari para donatur. Karena itu, jumlah total hewan kurban tahun ini belum bisa dipastikan secara keseluruhan. Namun diperkirakan mencapai ratusan ekor.
“Kami masih menerima hewan kurban sampai beberapa hari ke depan. Tapi tahun ini jumlahnya diperkirakan ratusan,” ujarnya.
Menurut dia, konsep distribusi kurban tahun ini dibuat lebih beragam agar benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah kepulauan.
Tidak hanya menyalurkan hewan hidup, LAZ Batam Kepri juga membagikan daging kurban segar hasil penyembelihan di Batam. Pada Rabu (27/5), misalnya, sebanyak tiga ekor sapi disembelih untuk kemudian dagingnya dibagikan ke sejumlah pulau.
Menariknya, sebagian daging kurban juga diolah menjadi rendang atau makanan siap santap untuk masyarakat suku laut dan warga pulau terpencil yang kesulitan mengolah daging mentah.
“Untuk saudara-saudara kita di pulau yang jauh seperti Pulau Caros atau suku laut, mereka lebih membutuhkan daging dalam bentuk olahan seperti rendang,” jelasnya.
Ia mengatakan warga di pulau terpencil harus mengeluarkan biaya besar jika harus pergi ke Batam hanya untuk membeli bumbu masakan.
“Misalnya dapat satu kilogram daging, ongkos dari Pulau Caros ke Pasar Batu Aji bisa sampai Rp50 ribu pulang pergi. Jadi tidak sebanding antara harga daging dan biaya perjalanan. Karena itu kami olah menjadi rendang supaya lebih bermanfaat,” katanya.
Syarifuddin berharap program tersebut dapat membuat masyarakat di wilayah terdepan dan terluar Batam ikut merasakan kebahagiaan Iduladha seperti masyarakat di perkotaan.
“Harapannya saudara-saudara kita di pulau-pulau juga bisa menikmati daging kurban dan merasakan kebahagiaan Iduladha bersama,” ujarnya.
Pada tahun lalu, LAZ Batam Kepri menerima sekitar 20 ekor sapi dan 200 ekor kambing. Tahun ini jumlah tersebut diperkirakan meningkat karena semakin banyak masyarakat dan donatur yang mempercayakan penyaluran kurban melalui LAZ Batam Kepri.
Bahkan, kata dia, sejumlah jamaah dari Singapura juga dijadwalkan ikut menyalurkan hewan kurban melalui LAZ Batam Kepri pada Sabtu mendatang.
Ia pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah mempercayakan penyaluran kurban kepada LAZ Batam Kepri.
“Kami berharap amanah dari para donatur ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, khususnya saudara-saudara kita di wilayah 3T. Mudah-mudahan juga bisa menjadi tambahan asupan gizi dan nutrisi bagi mereka,” tutur dia.(*)



