Rabu, 15 April 2026

Dari Ajang Kompetisi ke Ruang Kolaborasi, Pilmapres 2026 Satukan Mahasiswa Terbaik Riau–Kepri

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Wakil Rektor ITEBA Dr. Eng. Ansarullah Lawi bersama Kepala LLDIKTI Wilayah XVII Riau–Kepri Dr. H. Nopriadi membuka kegiatan Pilmapres 2026 di Auditorium ITEBA, Batam, Rabu (15/4). F. Rengga/ Batam Pos

batampos – Lebih dari sekadar ajang kompetisi, Seleksi Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) 2026 tingkat LLDIKTI Wilayah XVII Riau dan Kepulauan Riau menjadi ruang bertemunya gagasan, kolaborasi, dan masa depan generasi muda. Digelar di Auditorium Institut Teknologi Batam (ITEBA), Rabu (15/4) hingga Jumat (17/4), kegiatan ini mempertemukan 35 mahasiswa terbaik dari berbagai perguruan tinggi di wilayah tersebut.

Para peserta bukan hanya datang untuk bersaing, tetapi juga membawa ide, inovasi, serta semangat perubahan yang diharapkan mampu memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.

Rektor ITEBA Prof. Dr.Ing. Ir. H. Hairul Abral yang diwakili Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni ITEBA, Dr. Eng. Ansarullah Lawi, menegaskan bahwa Pilmapres bukan sekadar perlombaan mencari juara, melainkan momentum strategis membangun jejaring antar mahasiswa unggulan.

“Di sini berkumpul mahasiswa terbaik dari berbagai kampus. Ini bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi bagaimana kalian membangun koneksi, bertukar ide, dan membuka peluang kolaborasi ke depan,” ujarnya saat membuka kegiatan, Rabu (15/4).

Menurutnya, para finalis yang hadir bahkan sudah menjadi pemenang sejak dipercaya mewakili kampus masing-masing. Mereka dinilai sebagai representasi generasi masa depan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kemampuan berinovasi.

“Pilmapres ini menjadi wadah untuk menunjukkan sinergi antara hard skill dan soft skill. Tidak cukup hanya dengan IPK tinggi, tetapi juga harus mampu memberikan dampak nyata melalui kreativitas dan inovasi,” tambahnya.

Ansarullah juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada ITEBA sebagai tuan rumah, melanjutkan estafet penyelenggaraan setelah tahun sebelumnya digelar di Batam Tourism Polytechnic.

“Kami merasa bangga diberi kesempatan ini. Ini bukan sekadar menjadi tuan rumah, tetapi bagian dari upaya membangun ekosistem prestasi di wilayah LLDIKTI XVII,” katanya.

Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah XVII Riau dan Kepri, Dr. H. Nopriadi, melihat Pilmapres 2026 sebagai indikator meningkatnya kualitas dan daya saing mahasiswa di wilayah tersebut.

Ia mengungkapkan, jumlah peserta tahun ini mengalami peningkatan signifikan, dari 24 orang pada 2025 menjadi 35 orang di tahun 2026, atau naik sekitar 45 persen.

“Peningkatan ini menunjukkan bahwa semangat berkompetisi dan kualitas mahasiswa kita terus berkembang. Ini bukan sekadar angka, tetapi cerminan kemajuan pendidikan tinggi di wilayah Riau dan Kepulauan Riau,” ujarnya.

Dari total peserta, 24 orang berasal dari program sarjana dan 11 lainnya dari program diploma. Mereka merupakan hasil seleksi ketat di tingkat perguruan tinggi masing-masing.
Nopriadi menambahkan, para peserta terbaik nantinya akan diseleksi kembali untuk mewakili LLDIKTI Wilayah XVII Riau dan Kepulauan Riau di ajang Pilmapres tingkat nasional.

“Dari ajang ini akan lahir perwakilan terbaik yang akan membawa nama wilayah XVII ke tingkat nasional. Ini tentu menjadi kebanggaan sekaligus tantangan bagi para peserta untuk menunjukkan performa terbaiknya,” tegasnya.

Namun, lebih dari sekadar kompetisi, Nopriadi menekankan bahwa Pilmapres harus dimaknai sebagai ruang pembentukan karakter dan kepemimpinan.

“Mahasiswa berprestasi bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, etika, dan kemampuan berpikir kritis. Inilah yang ingin kita lihat dan dorong melalui ajang ini,” lanjutnya.

Ia juga menyoroti arah baru pelaksanaan kegiatan yang kini lebih mengedepankan efisiensi dan kolaborasi dengan perguruan tinggi, termasuk penggunaan fasilitas kampus sebagai lokasi kegiatan.

“Kita tidak lagi berfokus pada kegiatan di hotel, tetapi memanfaatkan kampus-kampus yang representatif. Ini sekaligus memperkuat sinergi antara LLDIKTI dan perguruan tinggi,” jelasnya.

Hal menarik lainnya dalam Pilmapres 2026 adalah mulai diperkenalkannya kategori mahasiswa disabilitas sebagai bagian dari komitmen pendidikan inklusif. Meski belum ada peserta dari kategori tersebut di wilayah XVII tahun ini, hal itu dinilai sebagai peluang besar ke depan.

“Kami berharap ke depan perguruan tinggi dapat mulai membina dan mendorong partisipasi mahasiswa disabilitas agar memiliki kesempatan yang sama untuk berprestasi,” ujarnya.

Selain itu, LLDIKTI Wilayah XVII juga tengah menyiapkan program lanjutan berupa Liga Talenta Mahasiswa, sebagai wadah pembinaan berkelanjutan bagi mahasiswa berprestasi.
Dengan berbagai inovasi dan semangat kolaborasi yang diusung, Pilmapres 2026 tidak hanya menjadi ajang seleksi, tetapi juga panggung lahirnya jejaring baru antar mahasiswa unggul.

“Jadikan ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga perjalanan membangun masa depan bersama. Karena dari sinilah kolaborasi besar bisa dimulai,” tutup Nopriadi.

Melalui Pilmapres 2026, harapan pun tumbuh bahwa mahasiswa tidak hanya menjadi individu berprestasi, tetapi juga agen perubahan yang siap membawa dampak positif bagi masyarakat dan bangsa, sekaligus mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.(*)

UPDATE