Minggu, 3 Mei 2026

Dinas Perhubungan Evaluasi Pendapatan Parkir Tepi Jalan

Berita Terkait

Ilustrasi. Dinas Perhubungan Kota Batam melakukan evaluasi pendapatan parkir tepi jalan guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Dinas Perhubungan Kota Batam melakukan evaluasi pendapatan parkir tepi jalan guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Berdasarkan data siependa.batam.go.id, hingga kini capaian retribusi parkir tepi jalan baru tercapai Rp 1,1 miliar dari target Rp 40 miliar atau 2,97 persen.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Batam, Salim, mengatakan, berdasarkan hasil capaian dari 517 titik parkir yang ada, pihaknya hanya mampu menghimpun kurang lebih Rp 500 juta per bulannya.

”Kemampuan setiap bulan hanya segitu. Memang jauh dari target yang sudah ditetapkan. Jika melihat target, harusnya setiap bulan Rp 3,3 miliar, sedangkan realitasnya hanya mampu Rp 500 juta,” kata dia.

Kendati demikian, karena ada peningkatan ekonomi seiring membaiknya pengendalian Covid-19, perlahan ada sedikit peningkatan terhadap target bulanannya. Pada triwulan pertama ini, bulan Maret merupakan yang paling maksimal capaiannya.

”Maret lalu itu kami berhasil mendapatkan Rp 500 juta, kalau sebelumnya di bawah angka tersebut,” sebutnya.

Beberapa langkah optimalisasi yang diambil untuk peningkatan hasil parkir tepi jalan di antaranya mengembalikan setoran parkir berlangganan ke awal. Selanjutnya, juga menaikkan setoran di masing-masing titik parkir.

”Alhamdulillah cukup berdampak, meskipun masih jauh dari target yang sudah ditetapkan tahun lalu. Tapi setidaknya ada peningkatan grafik,” terangnya.

Salim menambahkan, pihaknya juga melakukan evaluasi terhadap titik parkir yang berpotensi.

Untuk titik parkir tersebut dilakukan penghitungan potensi parkir kembali. Sehingga, besaran setoran bisa menyesuaikan.

”Karena sekarang sudah kembali ramai. Tempat makan juga sudah ramai, sehingga parkiran ramai, dan setoran meningkat,” terangnya.

Ia berharap di semester pertama, capaian parkir tepi jalan ini bisa menunjukkan hasil yang positif.

Meskipun ada kekhawatiran terhadap tidak tercapainya target Rp 40 miliar. Setidaknya diharapkan bisa mendekati angka tersebut.

”Evaluasi dan target per bulan kami coba lakukan. Kalau memang hasil maksimal hanya Rp 500 juta, pasti akan menjadi acuan dalam menetapkan target di tahun berikutnya,” tambahnya.(*)

Reporter: Yulitavia

UPDATE