Jumat, 8 Mei 2026

Dinkes Kota Batam Belum Temukan Makanan Berbahaya Selama Ramadan

Berita Terkait

Bazar Batam Wonderfood & Art Ramadan di Taman Dang Anom, Batam Center. Foto: Imam Wachyudi

batampos – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam terus memeriksa sampel takjil di sejumlah pasar dan bazar-bazar Ramadan hingga pekan kedua Ramadan. Hasilnya hingga saat ini belum ditemukan makanan berbahaya.

Kepala Dinkes Batam, Didi Kusmardi, mengatakan, pemeriksaan ini bertujuan untuk menjamin keamanan makanan dan minuman agar masyarakat terhindari dari makanan yang mengandung bahan-bahan berbahaya.

”Kami laksanakan setiap hari, dilakukan random (acak) oleh setiap Puskesmas di masing-masing wilayahnya,” ujarnya.

Pemeriksaan takjil yang terbaru dilaksanakan di Pasar Cipta Puri, Sekupang. Pemeriksaan takjil kali ini dibarengi dengan pengujian takjil menggunakan empat tes rodamin B, pemeriksaan boraks dan formalin serta E Coli atau coliform.

Pengujian kali ini dilakukan untuk 16 sampel makanan yang terdiri dari kudapan, minuman, lauk dan pauk yang dicurigai mengandung bahan berbahaya pangan.

Dari hasil pengujian, diperoleh hasil bahwa sampel yang diperiksa ini menunjukan hasil tidak terdeteksi mengandung bahan berbahaya.

Sehingga, dapat disimpulkan bahwa seluruh sampel makanan dan minuman yang diperiksa dan diuji memenuhi syarat (MS).

”Alhamdulillah, sampai hari ke-15 Ramadan ini belum ada ditemukan yang mengandung zat berbahaya,” terangnya.

Selain melakukan pengujian, petugas juga melakukan edukasi kepada para penjual secara langsung tentang keamanan pangan.

Diharapkan melalui kegiatan pemeriksaan rutin takjil ini, masyarakat dapat terlindungi dari produk pangan yang mengandung bahan berbaya dan setiap makanan yang sampai ke konsumen dapat terjamin keamanan dan mutunya.

”Jika pedagang kedapatan memakai bahan pewarna dan pengawet serta bahan-bahan yang tidak diizinkan untuk dipakai di makanan, maka pihak kami akan melakukan teguran dan pembinaan,” pungkas Didi.

Reporter: Rengga Yuliandra

UPDATE